Anda Sering Batuk ? Awas Batuk Darah !

Pengertian batuk darah

Batuk darah atau hemoptisis adalah keadaan ketika seseorang mengalami batuk yang disertai darah. Batuk darah sendiri merupakan suatu bentuk gejala yang bisa timbul akibat sejumlah kondisi. Jika batuk darah dialami oleh kalangan usia muda yang memiliki riwayat kesehatan baik, biasanya itu bukan merupakan pertanda dari suatu penyakit serius. Akan tetapi, jika yang mengalaminya adalah orang-orang berusia lanjut atau diketahui memiliki kebiasaan merokok, maka ada kemungkinan bahwa batuk darah merupakan gejala dari suatu penyakit serius.

Ciri-ciri darah dalam kasus batuk darah bisa bermacam-macam, ada yang berwarna merah muda atau merah terang, dan ada juga yang memiliki tekstur berbusa atau bahkan bercampur dengan lendir. Darah tersebut biasanya berasal dari paru-paru akibat infeksi atau batuk berkepanjangan. Sedangkan darah yang berwarna gelap dan disertai noda hitam seperti bubuk kopi kemungkinan berasal dari saluran pencernaan.

Penyebab batuk darah

Batuk darah dapat disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah :

1 . Infeksi pada saluran pernapasan. Seperti pneumonia. Darah yang keluar akibat kondisi ini biasanya mengandung nanah dan agak kotor.

2. Batuk parah yang berkepanjangan.

3. Emboli paru. Kondisi ini terjadi ketika ada penyumbatan pembuluh darah di paru-paru. Sulit bernapas dan dada terasa sakit juga dapat terjadi.

4. Tuberkulosis. Infeksi paru akibat bakteri Mycobaterium tuberculosis. Kondisi biasa disertai batuk dalam jangka waktu lama, demam, dan berkeringat di malam hari.

5. Kanker tenggorokan dan kanker paru-paru. Kondisi ini lebih berisiko terjadi pada perokok dan pada orang berusia diatas 50 tahun.

6. Edema paru, yaitu terdapatnya cairan di paru-paru. Kondisi ini biasa terjadi pada orang yang sebelumnyamemiliki gangguan jantung.

7. Konsumsi obat pengencer darah secara berlebihan.

Diagnosis batuk darah

Pemeriksaan yang dilakukan dalam kasus batuk darah bertujuan untuk mencari tahu penyebab dari kondisi tersebut. Diagnosis bisa didapat oleh dokter melalui gejala yang diperlihatkan oleh pasien, riwayat kesehatan mereka, serta melalui beberapa tes seperti:

1 . Pemeriksaan sampel dahak yang bercampur dengan darah.

2. Tes darah yang mencakup berbagai hal, di antaranya pemeriksaan sel darah merah, sel darah purih, dan juga jumlah elektrolit dalam darah serta pemeriksaan fungsi ginjal melalui sampel darah yang diambil. Dokter juga akan mengukur kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah serta kemampuan darah untuk membeku.

3. Bronkoskopi dilakukan dengan memasukkan alat yang disebut dengan endoskop ke dalam saluran pernapasan melalui mulut atau hidung. Alat ini berbentuk seperti selang yang disertai dengan kamera sehingga dokter bisa melihat kondisi saluran pernapasan dan menentukan penyebab batuk darah.

4. CT scan yang bertujuan untuk menghasilkan gambar dari struktur dada secara lebih terperinci.

5. Pemeriksaan X-ray pada dada untuk mengetahui adanya masalah kesehatan misalnya infeksi atau penumpukan cairan di dalam paru-paru.

Pencegahan 

Sebagian besar batuk darah disebabkan karena adanya kelainan pada saluran pernapasan dan paru-paru. Infeksi dan gangguan lain yang terjadi berulang dan menjadi kronis, dapat menyebabkan batuk biasa menjadi parah dan berkepanjangan. Hal tersebut dapat dicegah dengan penanganan batuk secara dini menggunakan obat batuk yang sesuai dan aman, serta obat-obatan dan segera periksakan batuk Anda ke dokter paru-paru/ penyakit dalam apabila sudah Anda derita lebih dari 2 minggu.

Semoga bermanfaat ! Semoga sehat selalu,

@doktercare

(pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *