Asma Kambuh Tiba-Tiba? Lakukan Hal Ini!

Pengertian Asma

Asma, kata ini tentu saja tidak asing lagi bagi kita. Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini. Ketika paru-paru teriritasi pemicu di atas, maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernapas makin sulit dilakukan.

Penyebab Asma

Penyebab asma secara pasti masih belum diketahui. Meskipun begitu, ada beberapa hal yang dapat memicu kemunculan gejala penyakit ini, di antaranya:

  • Infeksi paru-paru dan saluran napas yang umumnya menyerang saluran napas bagian atas seperti flu.
  • Alergen (bulu hewan, tungau debu, dan serbuk bunga).
  • Paparan zat di udara, misalnya asap kimia, asap rokok, dan polusi udara.
  • Faktor kondisi cuaca, seperti cuaca dingin, cuaca berangin, cuaca panas yang didukung kualitas udara yang buruk, cuaca lembap, dan perubahan suhu yang drastis.
  • Emosi yang berlebihan (kesedihan yang berlarut-larut, marah berlebihan, dan tertawa terbahak-bahak).
  • Aktivitas fisik (misalnya olahraga).

Gejala Asma

Ada beberapa hal yang dapat dikenali sebagai gejala asma, diantaranya :

  • Sesak saat bernafas
  • Timbul bunyi saat bernafas
  • Nyeri dada
  • Jantung berdebar-debar
  • Batuk, biasanya batuk berdahak.
  • Sulit tidur atau berbaring, gelisah

Diagnosis Asma

Untuk mengetahui apakah seorang pasien menderita penyakit asma, dokter perlu melakukan sejumlah tes. Namun sebelum tes dilakukan, dokter biasanya akan mengajukan pertanyaan seputar gejala yang dirasakan. Jika seluruh keterangan yang diberikan oleh pasien mengarah pada penyakit asma, maka selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik dan tes laboratorium.  Tes laboratorium bisa dilakukan untuk memperkuat bukti. Tes yang paling sering dilakukan adalah spirometri. Setelah itu akan dilihat hasilnya, apakah keterangan yang diberikan pasien dengan data hasil pemeriksaan asma mengarah bahwa pasien mengidap asma atau tidak.

Pertolongan saat kambuh

Asma bisa saja kambuh tanpa diduga. Artinya, asma bisa saja kambuh kapan pun dan dimanapun. Biasanya ketika asma kambuh suasana akan menjadi panik. Namun, dengan panik tidak akan membantu apapun. Maka ketika asma kambuh, tetaplah tenang dan lakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Duduk dan ambil napas pelan-pelan dengan stabil. Sekali lagi, cobalah untuk tetap tenang, karena panik justru akan semakin memperparah serangan asma.
  2. Semprotkan inhaler setiap 30-60 detik, maksimal 10 semprotan.
  3. Hubungi ambulans jika : Anda tidak memiliki inhaler, asma bertambah parah meski sudah menggunakan inhaler, tidak ada perbaikan meski sudah menyemprotkan inhaler sebanyak 10 kali, atau jika Anda merasa khawatir.
  4. Jika ambulans belum tiba dalam waktu 15 menit, ulangi langkah nomor 2.

Nah, itu tadi beberapa informasi terkait tentang asma. Dan perlu diingat jika asma kambuh tetaplah untuk bersikap tenang lalu mengambil nafas pelan-pelan.

Semoga bermanfaat !  Semoga sehat selalu @doktercare

(pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *