Bahaya Terselubung, di Balik Harumnya!

Memiliki ruangan yang nyaman, bersih dan miliki aroma terapi di dalamnya, menjadi idaman ruangan orang pada umumnya.

Meskipun masing-masing individu miliki favorite rasa atau aroma yang berbeda.

Menyegarkan?

Menenangkan?

Atau hanya untuk sekedar penghilang bau dan membuat ruangan tidak terasa engap saja.

Segala macam wanginya bisa dipilih sesuai selera, karena di pasaran sudah sangat banyak tersedia.

Dari buah-buahan hingga wangi yang sediakan seperti nuansa pantai, atau relaksasi lainya. Mulai dari yang berbentuk lilin, gel, minyak, semprot, butiran, hingga produk yang dipasang pada dinding.

Namun perlu atau malah wajib diketahui!

Meski pada satu sisi menguntungkan dalam menyegarkan ruangan, namun ternyata menghirup aroma pengharum ruangan dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan pengguna.

 

Dampak Negatif Pengharum Ruangan

Berbagai penelitian ternyata telah melakukan konfirmasi mengenai beberapa risiko pengharum ruangan terhadap kesehatan manusia, berikut di antaranya :

  1. Pengharum ruangan, parfum, produk perawatan tubuh, hingga produk pembersih dapat menyebabkan sakit kepala.
  2. Terdapat dugaan bahwa makin banyak orang yang menggunakan pengharum ruangan maupun pembersih semprot, maka risiko gejala asma bisa meningkat.
  3. Penelitian menemukan bahwa pengharum ruangan, terutama yang mengandung 1,4-dichlorobenzene dapat membahayakan paru-paru. Meski akibatnya kadang tidak terlalu terasa, tetapi bahan ini dapat berbahaya pada pengidap gangguan paru-paru ataupun asma. Gangguan ini kemudian dapat memicu bahaya lain seperti stroke, kanker paru-paru, atau penyakit jantung.
  4. Sebagian orang mengalami alergi terhadap pewangi, termasuk pengharum ruangan. Gejala yang biasanya dirasakan adalah rasa tidak nyaman pada hidung dan perubahan pada kulit seperti gatal, bengkak, dan luka melepuh.

Efek di atas tentu saja tidak dialami dalam kadar yang sama oleh tiap orang.

 

Alternatif Pengganti Pengharum Ruangan

Untuk mencegah kemungkinan yang tidak diinginkan, ada baiknya mengurangi risiko penggunaan pengharum ruangan, dengan melakukan cara alternatif untuk menggantinya.

Berikut beberapa alternatif yang bisa dilakukan untuk mengganti pengharum ruangan tersebut :

  1. Gunakan baking sodauntuk menetralkan bau tidak sedap pada tong sampah, pembuangan air, dan pada karpet sebelum dibersihkan.
  2. Cuka dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami pembersih kamar mandi dan dapur. Selain itu, dapat juga ditaruh di mangkuk dan digunakan untuk menghilangkan aroma memasak.
  3. Gunakan produk yang bebas aroma. Jika harus menggunakannya, biarkan pintu rumah terbuka agar aroma cepat keluar dari ruangan.
  4. Potongan jeruk dapat ditempatkan di dapur atau kamar mandi untuk menghilangkan bau tidak sedap.
  5. Biji kopi dapat ditempatkan di dalam lemari pendingin ataupun tempat cuci piring untuk menyerap aroma yang tidak mengenakkan.

Selain cara terebut, cara terbaik untuk menghilangkan bau yang tidak mengenakkan di ruangan adalah dengan sesering mungkin membuka pintu dan jendela. Hal ini akan memperlancar pertukaran udara dan mengeluarkan aroma tidak sedap dari ruangan.

Dengan menggunakan alternatif selain pengharum ruangan di atas, diharapkan udara menjadi lebih segar dan tidak perlu mengkhawatirkan risiko keracunan bahan kimia, atau dampak jangka panjang yang belum terdeteksi dan timbulkan penyakit tak terduga.

Sayangi diri anda! 🙂

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *