Benjolan di Leher Depan? Awas Kanker Tiroid!

Apa Sih Kanker Tiroid Itu?

Kanker tiroid adalah pertumbuhan sel abnormal yang terjadi di dalam kelenjar tiroid. Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bagian depan leher. Kelenjar ini mengeluarkan hormon-hormon yang mengatur metabolisme, pertumbuhan, suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, berat badan, dan lainnya.

Apa Saja Gejala Kanker Tiroid?

Pada tahapan awal, kanker tiroid jarang menimbulkan gejala, bahkan cenderung tidak ada sama sekali. Namun, jika sudah memasuki tahap lanjutan, kanker tiroid seringkali ditandai dengan munculnya benjolan atau pembengkakan pada bagian depan leher, lebih tepatnya di bawah jakun, dan biasanya tidak terasa sakit.

Ada beberapa gejala lain yang muncul setelah kanker memasuki stadium lanjutan, di antaranya:

  • Sakit tenggorokan.
  • Kesulitan dalam menelan.
  • Suara menjadi serak dan tidak membaik setelah beberapa minggu.
  • Rasa sakit pada bagian leher.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di bagian leher.

Gondok, atau benjolan di tiroid merupakan gejala paling umum dari kanker tiroid.

Lebih dari 90 % dari gondok tiroid jinak dikaitkan dengan kondisi lain seperti hipotiroidisme atau kekurangan yodium.

Untuk perempuan, tentunya tanda ini akan sangat terlihat dibandingkan dengan pria karena letaknya berada dibawah jakun.

Untuk itu, waspadai jika menemukan benjolan di area sekitar leher atau tepatnya di area tonsil.

Penyebab Kanker Tiroid

Tidak jelas apa penyebab kanker tiroid. Kanker tiroid terjadi ketika sel-sel di tiroid mengalami perubahan genetik (mutasi). Mutasi memungkinkan sel tumbuh dan berkembang biak dengan cepat. Sel-sel juga kehilangan kemampuan untuk mati, seperti sel-sel normal. Akumulasi sel-sel tiroid abnormal membentuk tumor. Sel-sel abnormal dapat menyerang jaringan di dekatnya dan dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Orang-orang yang sering terkena radiasi memiliki kesempatan lebih besar terkena kanker tiroid.

Pengobatan Kanker Tiroid

Jenis pengobatan kanker tiroid sangat bergantung kepada jenis dan stadium dari kanker yang diderita. Beberapa jenis kanker, seperti karsinoma papiler, karsinoma folikuler, dan sebagian karsinoma tiroid meduler, memiliki peluang yang lebih baik untuk sembuh. Kanker tiroid jenis ini ditangani dengan cara operasi pengangkatan kelenjar tiroid, dan mungkin dikombinasikan dengan radioterapi.

Berikut ini adalah beberapa langkah pengobatan untuk menangani kanker tiroid:

  • Tiroidektomi. Prosedur ini dilakukan untuk mengangkat kelenjar tiroid, baik sebagian (hemitiroidektomi) atau keseluruhannya (tiroidektomi total). Prosedur ini bergantung pada jenis dan ukuran kanker tiroid, serta apakah sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Pasien dianjurkan untuk beristirahat selama 2-3 minggu setelah operasi untuk menghindari aktivitas yang memberikan beban pada bagian leher.
  • Terapi pengganti hormon. Pasien tidak akan bisa menghasilkan hormon yang mengatur sistem metabolisme tubuh setelah melakukan prosedur tiroidektomi. Oleh karena itu pasien akan memerlukan tablet pengganti hormon seumur hidupnya. Tes darah secara teratur perlu dilakukan untuk menyesuaikan dosis dan memantau kadar hormon yang tepat untuk tubuh.
  • Pengaturan kadar kalsium. Operasi pengangkatan kelenjar tiroid seringkali berpengaruh terhadap kelenjar paratiroid. Kelenjar paratiroid terletak di dekat kelenjar tiroid dan berfungsi mengatur kadar kalsium dalam darah. Oleh karena itu, kadar kalsium juga harus terus diperhatikan.
  • Perawatan iodium radioaktif. Pengobatan ini berfungsi untuk menghancurkan sel-sel kanker yang masih ada dan mencegah agar tidak muncul lagi setelah menjalani operasi. Efek samping yang mungkin terjadi akibat prosedur ini adalah mual, mulut kering, mata kering, serta indera perasa dan penciuman yang berubah.
  • Radioterapi eksternal. Pada prosedur ini, gelombang radioaktif diarahkan ke bagian tubuh yang terpengaruh. Pengobatan ini biasanya dilakukan untuk mengatasi kanker tahap lanjutan atau karsinoma tiroid anaplastik. Jangka waktu radioterapi sendiri bergantung kepada jenis kanker dan perkembangannya.
  • Kemoterapi. Prosedur ini biasanya hanya digunakan untuk mengatasi karsinoma tiroid anaplastik yang sudah menyebar hingga ke bagian tubuh lain. Pasien akan diberikan obat yang sangat kuat untuk membunuh sel-sel kanker. Pengobatan ini tidak bisa menyembuhkan kanker anaplastik sepenuhnya, tapi bisa memperlambat perkembangan kanker dan membantu meredakan gejala yang muncul akibat kanker tiroid.

Pencegahan Kanker Tiroid

Kebanyakan kanker tiroid tidak dapat dicegah. Salah satu tipe yang jarang dari kanker tiroid disebut kanker tiroid meduler (MTC), yang diturunkan dalam keluarga. Tes genetik dapat memberitahu jika seseorang memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan MTC. Jika tes ini menunjukkan bahwa seseorang memiliki peningkatan risiko untuk terkena, dia dapat memilih menjalani operasi pengambilan kelenjar tiroid untuk mengurangi risiko kanker tiroid di kemudian hari.

Semoga Sehat Selalu,

@doktercare

(dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *