Berumur Lebih Dari 30 Tahun? Awas Osteoporosis!

Pengertian Osteoporosis

Osteoporosis umumnya baru diketahui setelah ditemukan retak pada tulang, setelah pasien mengalami jatuh ringan. Retak pada pergelangan tangan, tulang pinggul, dan tulang belakang adalah kasus yang paling banyak ditemui pada penderita osteoporosis.

Kata osteoporosis sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti “tulang berpori.” Seperti yang Anda ketahui, osteoporosis merupakan kondisi kesehatan yang mempengaruhi kekuatan tulang. Biasanya, bagian tulang yang paling sering terkena osteoporosis adalah tulang rusuk, pinggul, tulang di pergelangan tangan, serta tulang belakang.

Osteoporosis adalah kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun. Kondisi ini membuat tulang menjadi keropos dan rentan retak.Bagi Anda yang belum tahu, pada bagian dalam tulang yang sehat memiliki ruang kecil berbentu seperti sarang lebah. Nah, orang dengan osteoporosis cenderung memiliki ruang tersebut lebih renggang dan membesar, sehingga menyebabkan tulang kehilangan kekuatan dan kepadatannya. Selain itu, bagian luar tulang pun menjadi lebih lemah dan tipis.

Gejala Osteoporosis

Gejala yang paling umum dari Osteoporosis adalah munculnya rasa nyeri pada punggung dan deformitas pada tulang belakang.

Dalam proses diagnosis, seorang dokter umumnya akan menjadi waspada terhadap kemungkinan terjadinya penyakit ini jika didapatkan tanda-tanda berupa :

  • Patah tulang akibat trauma yang ringan.
  • Perawakan tubuh yang semakin pendek, kifosis dorsal bertambah, dan adanya nyeri tulang.
  • Gangguan otot (kaku dan lemah)
  • Secara kebetulan ditemukan gambaran radiologik yang khas.

Penyebab Osteoporosis

Berikut faktor-faktor penyebab osteoporosis yang umum ditemukan!

1. Jenis kelamin

Perempuan jauh lebih mungkin terkena osteoporosis daripada laki-laki.

2. Usia

Semakin tua usia Anda, semakin besar risiko Anda terkena osteoporosis.

3. Ras

Anda berisiko terkena osteoporosis jika Anda berkulit putih atau keturunan Asia.

4. Sejarah keluarga

Bagi yang memiliki orang tua atau saudara kandung yang mengalami osteoporosis meningkatkan risiko Anda terkena osteoporosis, terutama jika ibu atau ayah Anda pernah mengalami patah pada tulang pinggul.

5. Steroid dan obat-obatan lainnya

Penggunaan obat kortikosteroid oral atau suntikan jangka panjang, seperti prednison dan kortison, mengganggu proses regenerasi sel pada tulang.

6. Kondisi medis

Risiko serangan osteoporosis lebih tinggi kepada seseorang yang memiliki masalah medis tertentu, seperti penyakit celiac, penyakit radang usus, penyakit ginjal atau hati, kanker, lupus, multiple myeloma, dan radang sendi.

7. Pilihan gaya hidup

Beberapa kebiasaan buruk dapat meningkatkan risiko osteoporosis, seperti lebih banyak menghabiskan waktu untuk duduk daripada bergerak aktif, mengonsumsi alkohol berlebihan dan merokok.

8. Kadar hormon

Mungkin ini faktor yang jarang kita ketahui bersama, namun nyatanya osteoporosis dapat menyerang karena adanya perubahan hormon pada tubuh seseorang. Seorang wanita yang mulai memasuki fase menopause akan mengalami penurunan kadar estrogen, yang kemudian melemahkan kondisi tulang.

Begitu juga dengan pria yang semakin bertambah usia akan mengalami penurunan kadar testosteron yang berdampak pada kepadatan tulang. Terlalu banyak hormon tiroid juga dapat menyebabkan pengeroposan tulang. Selain itu, osteoporosis juga seringkali dikaitkan dengan kelenjar paratiroid dan adrenal yang terlalu aktif.

Penanganan Osteoporosis

Penanganan osteoporosis mengutamakan langkah-langkah untuk menghindari penderita jatuh maupun mengalami keretakan. Berikut ini adalah langkah-langkah awal yang disarankan bagi penderita osteoporosis, serta orang-orang lanjut usia, atau berisiko terhadap kondisi berikut ini.

  • Jaga tubuh Anda tetap bugar dan sehat dengan olahraga dan mengatur pola makan. Tubuh yang aktif dapat membantu Anda tetap bebas bergerak dan mengurangi risiko terjatuh serta mengalami keretakan tulang.
  • Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda mulai sulit berjalan atau sulit berdiri dengan tegap. Dokter akan mendiskusikan tindakan pencegahan agar Anda tidak cedera saat beraktivitas. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan meminimalkan penyebab cedera seperti kualitas penglihatan, penggunaan obat-obatan, serta kekuatan otot dan keseimbangan.
  • Mengalami keretakan tulang karena jatuh adalah risiko yang akan terjadi ketika Anda menua. Meski demikian, kondisi ini bukan tidak bisa dihindari. Ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi risiko retak tulang yang dapat terjadi akibat jatuh.

Pencegahan Osteoporosis

Sebaiknya, Anda hindari  5 pola hidup pemicu osteoporosis di bawah ini :

1. Sangat jarang mengonsumsi kalsium dan vitamin D

Kurangnya Anda mengonsumsi kalsium dan vitamin D dapat menjadi faktor utama terserang osteoporosis. Mengapa? Pasalnya, kombinasi kalsium dan vitamin D dapat mengurangi potensi terserangnya osteoporosis. Sejalan dengan pernyataan ini, National Osteoporosis Foundation pun merekomendasikan susu, susu kedelai, yoghurt, sayur-sayuran hijau, kubis, brokoli, ikan sarden dan salmon, ikan tuna, dan telur untuk pemenuhan kalsium dan vitamin D bagi tubuh.

2.  Kurangnya olahraga

Kurang berolahraga menjadi salah satu pola hidup pemicu osteoporosis, lho! Namun, jangan khawatir, sebab olahraga ringan, seperti lari atau jogging, senam, yoga, dan berenang bisa menjadi alternatif Anda untuk mencegah pengeroposan tulang. Dengan berolahraga, Anda bisa mengasah dan membiasakan tulang untuk tetap sehat dan kuat. Dan ketika usia tua tiba, Anda tidak perlu lagi khawatir dengan keadaan tulang Anda. Mau?

3. Merokok

Merokok adalah pola hidup pemicu osteoporosis bahkan  berdampak buruk bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Mengapa demikian? Sebuah studi menunjukkan bahwa racun-racun di dalam rokok, seperti racun nikotin yang masuk pada sel-sel tulang dapat menghalangi kemampuan tubuh untuk menggunakan estrogen, kalsium, dan vitamin D guna menjaga kesehatan tulang. Karena hal tersebut, perokok akan lebih rentan mengalami osteoporosis.

4. Minum alkohol dan kafein

Pola hidup pemicu osteoporosis selanjutnya adalah mengonsumsi minuman beralkohol dan kafein. Pasalnya, alkohol dapat menahan pertumbuhan tulang dan menghilangkan kalsium yang ada pada tubuh. Begitu pula dengan kafein, terlalu banyak zat kafein yang masuk ke dalam tubuh akan mempercepat terjadinya pengeroposan pada tulang. Minuman yang mengandung kafein dapat menurunkan tingkat penyerapan kalsium bagi tulang.

5. Pola makan dan minum yang buruk

Terakhir, pola hidup pemicu osteoporosis salah satunya pola makan dan minum yang buruk. Anda harus mengetahui makanan dan minuman apa saja yang berbahaya bagi kesehatan tulang agar dapat terhindar dari osteoporosis. Makanan yang mengandung banyak garam, seperti pizza dan makana cepat saji lainnya, sangat berbahaya bagi kesehatan tulang. Menurut Linda Massey, seorang Human Nutrition Professor dari Washington State University, kandungan garam yang berlebihan dapat menurunkan kalsium dan melemahkan tulang.

Tak hanya itu, minuman bersoda juga berbahaya karena mengandung asam fosfat yang dapat meningkatkan eksresi kalsium dalam urin Anda. Begitu pula minuman lainnya yang kurang akan kalsium. Kombinasi seperti itu akan menimbulkan masalah bagi orang-orang khususnya wanita yang berisiko terkena osteoporosis. Ditambah lagi, jika Anda jarang meminum air putih untuk menanggulanginya.

Penuaan memang membuat kepadatan tulang hilang, tetapi dapat diminimalisir dengan diet seimbang kaya kalsium, vitamin D, olahraga teratur, gaya hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan tulang. Nah, setelah mengetahui 5 pola hidup pemicu osteoporosis, mari cegah dan hindari pola-pola hidup tersebut sejak sekarang! Sebab jika bukan sekarang, kapan lagi? Semoga bermanfaat!

Semoga Sehat Selalu,

@doktercare

(dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *