Ciptakan dan Tingkatkan Kecerdasan dari Pola Kebiasaan? Berikut Caranya!

Otak terbuat dari sekitar 100 miliar sel saraf yang disebut neuron. Hal ini adalah bagian paling penting dari sistem saraf pusat yang mengendalikan kemampuan untuk berpikir, berbicara, merasa, melihat, mendengar, bernapas dan membuat memori.

Setiap gerak, setiap langkah bahkan gerakan terkecil dapat terlaksana karena perintah dari Tuan Otak.

 

Memiliki berat sebesar 1.3 hingga 1.4 kg dan terbuat dari kumpulan jaringan pendukung yang empuk  seperti jeli dan saraf yang terhubung pada saraf tulang belakang. Sel pembentuk otak disebut neuron. Neuron memiliki bentuk yang berbeda tergantung letak di tubuh dan peran yang mereka miliki. Setiap neuron memiliki projection seperti jari yang disebut dendrit dan serabut panjang yaitu axon.

Terdapat 2 jenis materi pada otak: materi abu-abu dan materi putih. Materi abu-abu menerima dan menyimpan impuls dan merupakan sel saraf utama pada otak. Materi putih pada otak membawa impuls ke dan dari materi abu-abu. Materi putih mengandung serabut saraf (axon). Materi putih juga mencakup kebanyakan sistem saraf di mana mereka dapat mengantar dan mengumpulkan sinyal elektrokimia. Materi putih membuat jaringan dari jutaan serabut saraf.

Serta, beberapa saraf pada otak langsung menuju mata, telinga dan bagian lain pada otak. Sedangkan saraf lainnya menyambung otak dengan bagian tubuh lain melalui saraf tulang belakang.

Penelitian  oleh ahli saraf di Harvard Medical School mengatakan bahwa struktur dan fungsi otak yang berkaitan dengan memori, dapat berubah seiring dengan pertambahan usia. Selain pertambahan usia,perubahan ini  juga disebabkan oleh seberapa banyak sel otak yang telah dipakai.Ketika menjalani keseharian, seseorang hanya memakai 10% sel dari total sel otak yang kita punya, pemakaian sel otak ini berhubungan dengan fungsi kognitif, berpikir, nalar, serta IQ manusia.

Tingkat kecerdasan diatas rata-rata ?

Genius ?

Tangkas dan bisa berkonsentrasi terhadap pikiran , dan terlebih lagi tidak mudah lupa, menjadi keinginan bagi semua manusia.

Semua bisa dicapai ketika kita mulai mengetahui bagaimana cara kerja otak pada secara jelasnya.

Perlu kita ketahui tingkat kecerdasan seseorang, selain dipengaruhi oleh faktor genetik , gaya hidup , meliputi kebiasaan juga menjadi faktor penentu tingkat kecerdasan.

Karena ketika seseorang mempelajari hal baru, dan melakukan sebuah pembelajaran sel otak akan bertambah dan berkembang.

Jadi, kecerdasan seseorang dapat dirubah! Bukan keturunan!

Genetik bukan alasan untuk bermalas-malasan dan hindari proses pembelajaran!

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan otak ,dan menghindari kebiasaan “lupa” :

1. Melakukan aktivitas fisik

Bukti ilmiah yang meneliti tentang kesehatan otak menyatakan sampai saat ini olahraga yang paling baik dilakukan untuk kesehatan otak adalah dengan melakukan aerobik dan fitness. Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa aerobik dapat menurunkan tingkat risiko demensia pada orang dewasa. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang rata-rata melakukan aerobik 30 menit per hari dan melakukannya rutin setidaknya lima kali dalam seminggu, dapat meningkatkan kemampuan nalar dan meningkatkan massa otak. Selain itu, percobaan melakukan aerobik pada orang yang memiliki gangguan kognitif, membuktikan bahwa terjadi peningkatan kognitif secara perlahan-lahan.

Olahraga dapat membantu sirkulasi darah lancar, menurunkan stress, menstimulasi hormon yang dapat memperbaiki mood serta membuat tidur lebih nyenyak. Olahraga lain seperti dance sport, olahraga yang melatih kelenturan dan kekuatan otot, terbukti lebih baik untuk kesehatan otak dibandingkan dengan olahraga yang sederhana seperti berjalan atau jogging. Sebaiknya dilakukan 3 hingga 5 kali per minggu dengan masing-masing 30 menit per sesi.

2. Mengonsumsi makanan yang sehat

Ingatlah bahwa Anda makan untuk keseluruhan tubuh Anda, termasuk untuk kesehatan otak. Oleh karena itu, makanlah sesuai dengan kebutuhan, kurangi gula, garam, dan lemak jenuh tinggi. Memperbanyak konsumsi serat dari sayur, buah, dan karbohidrat kompleks seperti gandum. Makanlah makanan yang mengandung asam folat, B6, dan B12 yang dapat mencegah penurunan daya ingat Anda. Sayuran yang berwarna hijau tua biasanya mengandung banyak vitamin B6 dan B12.

3. Sering terlibat dalam kegiatan sosial

Hasil penelitian yang dilakukan pada orang-orang yang mengalami demensia, menunjukkan bahwa dengan melakukan kegiatan sosial, membangun koneksi, dan berkomunikasi dengan orang lain, dapat menurunkan tingkat demensia mereka. Interaksi yang dilakukan dengan keluarga, teman, atau, kerabat lainnya, terbukti mampu dapat memperlambat penurunan ingatan pada usia dewasa. Selain itu, bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dapat menghindarkan kita dari stress dan depresi, meningkatkan rasa nyaman, dan meningkatkan kapasitas intelektual.

4. Olahraga otak

Kegiatan seperti main alat-alat musik, main catur, atau mengisi teka-teki silang merupakan hal sederhana yang dapat membuat otak Anda ‘berolahraga’. Dengan melakukan hal tersebut, Anda dapat meningkatkan kemampuan nalar dan daya ingat, meningkatkan jumlah sel otak, serta dapat menurunkan risiko demensia. Selain bermain, Anda juga dapat membaca novel, mempelajari bahasa asing, atau mempelajari hal-hal baru. Hal tersebut mengharuskan otak mengingat berulang-ulang, dengan begitu membuat otak terus melakukan ‘olahraga’ dan membuatnya sehat.

5. Istirahat dan tidur cukup

Durasi tidur yang dianjurkan dalam sehari adalah 6 jam per hari-untuk orang dewasa. Dengan tidur setidaknya 6 jam per hari, dapat memulihkan kondisi tubuh Anda, meningkatkan mood dan sistem kekebalan tubuh, serta dapat menurunkan risiko terkena Alzheimer.

6. Menghindari berbagai faktor risiko

Menghindari berbagai hal yang dapat mengganggu kesehatan otak Anda seperti, hipertensi, overweight, memiliki kolesterol tinggi dan depresi. Hipertensi,obesitas dan kolesterol tinggi  dapat mengganggu kesehatan otak karena dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah yang juga bisa terjadi pada pembuluh darah di otak. Selain itu, merokok juga dapat meningkatkan dua kali risiko lebih tinggi terkena Alzheimer dibandingkan dengan orang yang tidak merokok sama sekali.

Selain itu, penelitian yang dilakukan selama dua tahun pada 1,260 lansia, menyatakan bahwa dengan melakukan diet yang baik, olahraga dan melakukan latihan otak secara rutin, tidak hanya menurunkan risiko terkena penyakit jantung pada kelompok tersebut, namun juga menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif.

Karena, semesta adalah sistem saraf manusia seberat 1,5 kg. *baca otak

Jadi sebagai wujud rasa syukur atas anugrah Nya, jagalah semesta anda dengan mengijinkan hal positif masuk di dalamnya.

Mari hidup sehat! 🙂

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *