Denyut Jantung Anda Tidak Teratur? Bahaya!

Saat Anda merasa tiba-tiba saja denyut jantung menjadi tak teratur, ada rasa cemas yang muncul. Apakah gejala itu merupakan tanda bahwa Anda sedang mengalami sakit jantung?

Jantung adalah salah satu organ penting dalam tubuh kita, organ ini melakukan banyak tugas, seperti memompa darah ke seluruh tubuh, dan mengatur sirkulasi darah pada umumnya. Selain tugas penting ini, ada banyak peran jantung bagi manusia. Karena perannya yang sangat penting, kesehatan jantung harus sangat diperhatikan.

Jika denyut jantung Anda tidak teratur, Anda perlu waspada karena bisa jadi itu adalah tanda fibrilasi atrium.

Fibrilasi Atrium (FA) adalah salah satu jenis aritmia, yaitu kondisi kesehatan yang mengacu pada hantaran sinyal listrik yang tidak benar atau tidak teratur pada jantung. FA ditandai dengan denyut jantung tidak teratur dan sering cepat atau bergetar.

FA dapat bersifat paroksisimal (serangan atau kekambuhan gejala secara tiba-tiba), persisten (serangan atau kekambuhan gejala yang akan berhenti dengan pemberian obat), atau permanen (serangan atau kekambuhan gejala yang menetap dan tidak berhenti walau diberi obat). Biasanya pasien datang tanpa gejala, dan kondisi ini ditemukan ketika dilakukan tes seperti EKG untuk penyakit jantung dan pembuluh darah lainnya.

Kondisi ini menjadi faktor resiko stroke karena ketidakmampuan jantung untuk memompa darah . Darah menjadi terkumpul di atrium atas dimana gumpalannya menjadi penghalang aliran darah di jantung sehingga meningkatkan tekanan darah. Hal ini juga dapat menyebabkan kelelahan berkepanjangan dan gagal jantung.

Fibrilasi atrium dapat muncul karena penyakit lain atau bisa juga terjadi orang yang sehat tanpa gangguan medis tertentu. Rentang waktu terjadinya juga bervariasi. Ada yang hanya sesekali muncul dan berlangsung dalam hitungan menit atau jam, lalu setelah itu dapat pulih dengan sendirinya, yang disebut sebagai fibrilasi atrium paroksismal (occasional). Ada juga yang memakan waktu lebih lama, yaitu lebih dari satu minggu (persistent), lebih dari satu tahun (long-standing pesistent), bahkan kronis atau menetap (permanent).

Penyebab Fribrilasi Atrium

Fibrilasi atrium terjadi ketika terdapat gangguan pada penghantaran sinyal listrik jantung, di mana terlalu banyak impuls listrik yang melewati nodus atrioventrikular (AV node) yang berfungsi sebagai penghubung listrik antara atrium dan ventrikel. Akibatnya, denyut jantung menjadi lebih cepat (sekitar 100-175 denyut per menit) dari denyut jantung normal (60-100 denyut per menit). Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur jantung.

Beberapa kondisi medis yang diduga menjadi penyebab fibrilasi atrium adalah:

  • Infeksi virus.
  • Kelainan jantung bawaan.
  • Metabolisme yang tidak seimbang, termasuk kelenjar tiroid yang terlalu aktif.
  • Penyakit paru-paru, tekanan darah tinggi, dan serangan jantung koroner.
  • Paparan obat, alkohol, atau tembakau.
  • Gangguan pernapasan saat tidur (sleep apnea).
  • Pernah menjalani operasi jantung.
  • Mengalami sick sinus syndrome, di mana pencetus impuls listrik jantung tidak bekerja dengan normal.
  • Stres akibat dari suatu penyakit atau operasi.

Gejala Fibrilasi Atrium

Gejala FA terkadang mirip dengan serangan jantung. Kondisi ini kadang menghilang bahkan ketika gejala sudah dirasa cukup parah. Jika dianggap persisten atau lebih bertahan lama, obat-obatan dan terapi tertentu dapat membantu pasien mengelola gejala atau mengembalikan irama menjadi normal. Meski tidak mengancam nyawa, fibrilasi atrium membutuhkan penanganan yang yang serius guna menghindari komplikasi yang lebih parah. Penanganan yang dilakukan tergantung dari jenis dan tingkat keparahan gejala yang dirasakan oleh penderita.

Gejala umum yang dirasakan penderita fibrilasi atrium adalah jantung berdebar atau detak jantung terasa lebih cepat serta tidak beraturan, nyeri dada, mudah lelah saat berolahraga dan napas pendek.

Pencegahan Fibrilasi Atrium

Menurunkan risiko terjadinya fibrilasi atrium dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, antara lain:

  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Mengonsumsi makanan yang sehat untuk jantung, serta membatasi asupan garam, lemak, dan kolesterol.
  • Membatasi konsumsi alkohol dan kafein.
  • Mengendalikan tekanan darah dan kadar kolesterol dalam darah.
  • Mengonsumsi makanan yang bernutrisi untuk jantung dan menerapkan diet sehat rendah lemak dan kolesterol.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Kurangi stres.
  • Olaraga dengan teratur. (dn)

Semoga Sehat Selalu,

@doktercare

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *