Dewasa Kena Cacar Air? Bahaya!

Pengertian Cacar Air

Cacar air atau Varicella simplex adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster. Penyakit ini disebarkan secara aerogen. Penyakit cacar air umumnya diderita oleh anak-anak berusia di bawah 10 tahun. Penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa dan umumnya gejala yang muncul lebih berat daripada anak-anak. Hampir semua orang dewasa yang pernah mengidap cacar air tidak akan tertular lagi. Manusia yang sehat alias normal (tidak kena HIV dll-), hanya bisa terkena cacar air sekali Seumur hidup.

Gejala Cacar Air

Penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster ini umumnya ditandai dengan kemunculan ruam pada kulit sebagai gejala utamanya. Ruam tersebut akan berubah menjadi bintil merah berisi cairan yang terasa gatal yang kemudian akan mengering, menjadi koreng, dan terkelupas dalam waktu 7 hingga 14 hari. Bagian-bagian tubuh yang biasa ditumbuhi bintil cacar air adalah wajah, belakang telinga, kulit kepala, dada, perut, lengan, serta kaki.

Pada permulaannya, memang penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Kemerahan pada kulit pada cacar air lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Masa inkubasi virus varicella zooster adalah 10-21 hari jadi setelah terinfeksi oleh virus, maka gejala cacar air dapat muncul 10-21 hari kemudian.

Sebagaimana halnya sebuah virus, varicella bisa menyerang siapa saja, namun tidak ada “kewajiban” bahwa seseorang harus terserang varicella di dalam hidupnya, dan tidak ada perbedaan karakteristik antara penderita dewasa dan anak-anak. Jaga kualitas kekebalan tubuh Anda dan rajinlah mencuci tangan agar terhindar dari serangan virus apapun.

Kok bisa sih orang dewasa terkena cacar air ?

Jangan disangka bahwa orang dewasa tidak bisa terkena cacar air. Orang dewasa juga bisa terserang penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster ini. Cacar air dewasa lebih mungkin terjadi pada wanita hamil dan orang dewasa yang sistem kekebalan tubuhnya rendah.

Sama seperti halnya yang terjadi pada anak kecil,  bentol-bentol gatal dan melepuh juga akan tumbuh di seluruh tubuh orang dewasa yang menderita cacar air. Bintik-bintik melepuh ini bisa muncul di mana saja, bahkan di mulut, dan berkembang selama beberapa hari. Cacar air dewasa bisa membuat penderitanya kehilangan nafsu makan dan merasa kelelahan.

Cacar air pada orang dewasa biasanya terjadi selama lima sampai 10 hari. Faktanya, cacar air dewasa ini dapat menyebabkan masalah atau komplikasi yang lebih serius. Terutama pada mereka yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Beberapa komplikasi yang dapat timbul dari cacar air dewasa adalah peradangan sendi, infeksi kulit, pneumonia (infeksi paru-paru), shingles (cacar untuk kedua kalinya), dan ensefalitis (pembengkakan di otak).

Dalam beberapa kasus, cacar air bisa terinfeksi bakteri dan mengakibatkan kulit di sekitarnya menjadi merah dan sakit.Cacar air dewasa sangat menular. Virus cacar air bisa berjalan-jalan di udara dan kemudian mengendap pada pakaian, selimut, dan lain sebagainya.

Pengobatan Cacar Air

Cacar air tidak memiliki langkah penanganan khusus. Tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi gejala.

Pengobatan pertama bisa dengan antivirus , yang sebaiknya diminum segera setelah timbul gejala, agar tidak terlalu parah dan tidak timbul banyak luka.

Pengobatan yang diberikan biasanya berupa pengobatan suportif / simptomatik dan menjaga higienis yang baik agar terhindar dari infeksi sekunder. Obat-obatan yang digunakan untuk menangani cacar air biasanya ada dua jenis. Pertama adalah paracetamol untuk menurunkan demam. Yang kedua adalah losion atau bedak kalamin untuk mengurangi rasa gatal pada kulit. Untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah penggarukan, sebaiknya kulit dikompres dingin. Bisa juga dioleskan lotion kalamin, antihistamin atau lotion lainnya yang mengandung mentol atau fenol.

Dan jika cacar air Anda semakin memburuk dan menimbulkan masalah pernapasan, mudah mengantuk, merasa lemah, kejang-kejang, sakit atau nyeri kepala. Maka segeralah hubungi dokter agar Anda segera mendapatkan penanganan yang lebih khusus.

Semoga sehat selalu @doktercare

(pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *