Gigi Anda Sensitif ? Waspada Abses Gigi !

Pengertian Abses Gigi

Abses gigi adalah terbentuknya kantung atau benjolan berisi nanah pada gigi yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Abses gigi biasanya muncul pada ujung akar gigi (abses periapikal). Infeksi bakteri penyebab abses gigi umumnya terjadi pada orang dengan kebersihan dan kesehatan gigi yang buruk. Nanah yang berkumpul pada benjolan, lambat laun akan terasa bertambah nyeri. Selain itu, infeksi ini bisa disebabkan oleh bakteri yang mengeluarkan toksin dan merusak sel dan jaringan sekitar, sehingga sebagian sel mati dan hancur, meninggalkan rongga yang berisi jaringan dan sel-sel yang terinfeksi.

Gigi yang berlubang bila dibiarkan lama kelamaan dapat mengakibatkan abses pada gusi dan jaringan sekitarnya. Hal ini bisa berakibat fatal hingga membahayakan jiwa bila tidak segera ditangani. Kondisi infeksi ini bila tidak tertangani dengan segera dan tepat dapat berubah menjadi life threatening (mengancam jiwa), contoh yang paling berbahaya adalah phlegmon (angina Ludwig), dimana abses sudah menyebar ke arah bawah (leher) hingga dapat menghambat pernafasan. Kondisi phlegmon ini juga disertai trismus (tidak bisa membuka mulut) sehingga tidak dapat makan, demam, sulit bernafas, rasa sakit yang hebat, lemah dan lesu.

Gejala Abses Gigi

Gejala utama dari penyakit abses gigi yaitu adanya rasa sakit yang berdenyut secara intens di area gigi atau gusi seseorang. Namun, selain hal tersebut masih ada beberapa hal yang bisa menjadi gejala atau ciri-ciri dari abses gigi, diantaranya :

  • Demam
  • Sensitif pada tekanan saat mengunyah atau menggigit
  • Sensitif pada suhu panas atau dingin
  • Pembengkakan pada wajah atau pipi
  • Nyeri parah dan berdenyut pada gigi, yang dapat menyebar ke tulang rahang, leher, atau telinga
  • Kelenjar getah bening di bawah rahang atau di leher membengkak dan terasa nyeri
  • Saat benjolan abses pecah, mendadak tercium bau tidak enak dari dalam mulut, dan lidah mengecap rasa busuk, serta cairan asin muncul di dalam mulut
  • Kemerahan pada mulut dan wajah.

Pengobatan Abses Gigi

Beberapa langkah pengobatan yang umumnya akan dilakukan dokter untuk mengatasi abses gigi adalah:

  • Langkah utama yang harus Anda lakukan adalah segera pergi ke dokter gigi atau dr.sp. THT terlebih dahulu.
  • Membuat kanal ke akar gigi. Dokter akan mengebor ke bagian bawah gigi, mengangkat jaringan lunak yang menjadi pusat infeksi, serta mengeringkan abses. Cara ini dapat menghilangkan infeksi dan menyelamatkan gigi pasien.
  • Mengeringkan abses, dengan cara membuat sayatan kecil pada benjolan abses dan mengeluarkan cairan nanah dari dalamnya.
  • Memberikan antibiotik. Jika infeksi sudah menyebar ke gigi lainnya, dokter akan meresepkan antibiotik untuk menghentikan penyebaran bakteri.
  • Mencabut gigi yang terinfeksi. Jika memang tidak bisa diselamatkan, maka gigi yang terkena abses akan dicabut. Dokter kemudian akan mengeringkan abses.

Jika tidak ditangani dengan benar, penderita abses gigi berisiko terkena beberapa komplikasi seperti:

  • Penyebaran infeksi, ke bagian tubuh lain seperti rahang, leher atau kepala.
  • Sepsis. Infeksi mematikan yang menyebar ke seluruh tubuh.

Pencegahan Abses Gigi

Untuk melakukan pencegahan abses gigi dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan gigi dan rongga mulut. Yakni dengan sering menggosok gigi dan berkumur. Dan Anda juga dapat meminta saran ke dokter gigi Anda mengenai tips untuk menjaga kebersihan mulut.

Semoga bermanfaat, Semoga sehat selalu,

@doktercare

(pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *