Diet Ekstrem? Waspada Anoreksia!

Apa yang dimaksud dengan Anoreksia nervosa?

Anoreksia nervosa adalah suatu gangguan pola makan yang tidak sehat yang ditandai dengan memiliki berat badan yang terlampau rendah  untuk usia dan tinggi badan orang tersebut. Orang-orang yang menderita gangguan emosi ini mengalami ketakutan yang teramat sangat terhadap kenaikan berat badan, bahkan saat mereka sebenarnya sudah sangat kurus.

Mereka berusaha untuk menguruskan badannya lagi dengan berbagai cara seperti:

  • melakukan diet ketat.
  • melakukan kegiatan fisik secara berlebihan.
  • mengonsumsi obat pencuci perut.
  • selalu memuntahkan makanannya yang telah dimakan dengan disengaja.

Tanda-tanda & gejala

Gejala dan ciri anoreksi nervosa yang umum terjadi:

  • Ketakutan yang teramat sangat terhadap penambahan berat badan atau menjadi gemuk, bahkan saat sudah kurus
  • Memuntahkan makanan  secara disengaja
  • Meminum obat-obatan yang menstimulasi buang air kecil dan buang air besar
  • Mengonsumsi berbagai jenis obat diet
  • Tidak makan atau makan dengan jumlah yang sangat sedikit
  • Banyak berolahraga bahkan saat cuaca buruk atau sakit dan lelah (olahraga berlebihan)
  • Menimbang-nimbang ukuran makanan dan menghitung kalori makanan

Anorexia juga dapat menyebabkan efek psikologis yang membuat seseorang tidak berperilaku sebagaimana biasanya. Mereka dapat berbicara banyak mengenai berat badan dan makanan, tidak makan di depan orang banyak, menjadi moody dan sedih, atau bahkan tidak mau bersosialisasi bersama teman-teman. Penderita anoreksia juga dapat mengalami gangguan fisik dan psikologis, seperti:

  • Depresi
  • Tidak menstruasi (amenore)
  • Dehidrasi
  • Osteoporosis
  • Rambut yang tipis dan mudah rontok
  • Irama jantung yang tak beraturan

Selain itu, masih terdapat juga beberapa ciri dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki keluhan yang sama, harap konsultasikan kepada dokter Anda.

Penyebab

Penyebab anoreksia nervosa yang paling utama sampai saat ini masih belum diketahui. Berbagai faktor dapat termasuk seperti depresi dan berbagai gangguan mental lainnya, dapat menimbulkan seseorang mengalami perilaku makan menyimpang ini. Selain itu, lingkungan dan media sosial juga dapat memengaruhi persepsi seseorang mengenai standar kecantikan yaitu postur tubuh yang sangat kurus.

 

Faktor-faktor risiko

Beberapa faktor risiko di bawah ini bisa membuat Anda berpeluang terkena anoreksia nervosa, yakni:

  • Riwayat keluarga. Apabila Anda memiliki ibu atau saudara perempuan yang terkena anoreksia, Anda dapat menjadi sangat rentan terkena anoreksia.
  • Rendahnya rasa percaya diri. Seseorang yang menderita anoreksia bisa jadi tidak menyukai dirinya sendiri. Mereka bisa jadi sangat membenci penampilan mereka, atau merasa tidak memiliki harapan. Mereka sering kali menetapkan target yang sulit untuk dicapai bagi diri mereka demi menjadi atau merasa sempurna seperti yang mereka inginkan.
  • Perubahan kehidupan atau pengalaman yang membuat stress.
  • Kejadian traumatis seperti pemerkosaan, juga pengalaman yang membuat stres seperti memulai pekerjaan baru dapat menyebabkan anoreksia.
  • Pengaruh sosial media. Gambar-gambar di TV, internet, dan media cetak seringkali mengampanyekan tipe tubuh yang kurus terkesan lebih baik. Foto-foto tersebut mengindikasikan bahwa menjadi kurus adalah suatu kesuksesan dan kecantikan.

Obat & Pengobatan

Tantangan terbesar dalam menangani seseorang dengan anorexia nervosa adalah menyadarkan mereka bahwa mereka memiliki sebuah gangguan. Banyak penderita anoreksia menyangkal bahwa mereka memiliki pola makan yang tidak sehat. Para penderita yang pada akhirnya melakukan perawatan medis hanya mereka yang benar-benar serius. Penanganan bagi penderita anoreksia dapat berupa:

  • Terapi lewat percakapan sering kali dilakukan kepada pasien muda atau seseorang yang baru sebentar menderita anoreksia untuk menyemangati mereka kembali ke dalam pola makan yang sehat.
  • Melakukan terapi khusus yang disebut dengan cognitive behavioural therapy
  • Terapi kelompok
  • Terapi keluarga
  • Obat-obatan seperti antidepresi, antipsikotik, dan penstabil mood dapat membantu beberapa pasien anorexia saat diberikan sebagai bagian dari program perawatan yang komplit. Obat-obatan tersebut dapat membantu menangani depresi maupun perasaan gelisah.

Apa saja jenis tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis anoreksia nervosa?

Dokter membuat diagnosis dari sejarah medis pasien (khususnya mengenai berat badan dan diet), pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium untuk menjabarkan kondisi-kondisi lain. Tidak ada suatu tes spesifik dibuat untuk mengetahui anoreksia. Penurunan berat badan yang ekstrem tanpa penyakit fisik, khususnya pada remaja wanita, seringkali merupakan suatu tanda yang penting.

Dokter mungkin akan bertanya:

  • Sudah berapa lama Anda mencemaskan berat badan Anda?
  • Apakah Anda berolahraga secara teratur?
  • Apakah Anda menggunakan suatu metode tertentu dalam menurunkan berat badan?
  • Pernahkah Anda muntah saat merasa terlalu kenyang?
  • Pernahkah ada seseorang yang mengatakan bahwa Anda terlalu kurus?
  • Apakah Anda sering berpikir mengenai makanan?
  • Pernahkah Anda menyimpan makanan untuk dimakan nanti?
  • Apakah ada keluarga Anda yang juga mengalami gangguan pola makan?

Apabila terdapat kemungkinan anoreksia, dokter akan meminta Anda melakukan serangkaian tes tambahan, yakni:

  • Albumin
  • Tes kepadatan tulang untuk memeriksa tulang tipis (osteoporosis)
  • CBC
  • Elektrokardiogram (ECG atau EKG)
  • Elektrolit
  • Tes fungsi ginjal
  • Tes fungsi hati
  • Jumlah protein
  • Tes fungsi tiroid
  • Urinalisis

Pengobatan di rumah

Berikut merupakan bentuk-bentuk dari gaya hidup sehat dan pengobatan di rumah yang dapat membantu Anda menghadapi anoreksia nervosa:

  • Kurangi stress
  • Akui bahwa diri Anda mengidap anoreksia
  • Makanlah makanan yang diresepkan oleh dokter atau ahli gizi
  • Ikuti sesi konseling
  • Konsumsi obat-obatan seperti yang diinstruksikan
  • Belilah pakaian yang pas untuk postur tubuh Anda, bukan pakaian yang mengharuskan Anda menurunkan berat badan terlebih dahulu untuk memakainya
  • Cintai diri Anda apa adanya

Konsultasi dengan dokter profesional akan membantu anda mendapatkan solusi terbaik .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *