Kanker Paru-Paru! Si Pembunuh dalam Diam Yang Tak Terduga!

Kanker paru merupakan salah satu penyakit mematikan yang banyak di derita masyarakat. Seringkali penderita kanker paru terlambat menyadari munculnya gejala dari penyakit ini dan baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui gejala kanker paru-paru stadium awal, agar dapat ditangani sejak dini.

Kanker Paru-paru, menempati peringkat pertama sebagai penyebab kematian tertinggi akibat kanker di dunia, yaitu 1,7 juta kematian pada tahun 2015 menurut World Health Organization (WHO). Salah satu penyebab angka kematian yang tinggi ini adalah akibat sulitnya mendiagnosis gejala yang ditimbulkan dari kanker paru secara dini, sehingga banyak kasus kanker paru baru terdiagnosis ketika telah memasuki stadium lanjut yang sulit ditangani.

 

Gejala Kanker Paru-Paru Stadium Awal

 

Tidak mudah menyadari keberadaan gejala kanker paru-paru pada stadium awal, karena kebanyakan dari gejala penyakit ini tidak khas dan seringkali mirip dengan penyakit lain, seperti tuberkulosis, efusi pleura, pneumonia, bronkitis, dan abses paru-paru. Gejala yang dapat muncul pada kanker paru stadium awal, antara lain:

1.Batuk yang Berkelanjutan
Batuk bisa disebabkan oleh kondisi yang ringan, seperti flu atau iritasi saluran pernapasan. Namun, jika batuk tidak juga berhenti dalam waktu lebih dari dua minggu, bisa jadi ini tanda dari penyakit lain yang lebih serius, salah satunya adalah kanker paru-paru. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lengkap termasuk pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti Rontgen dada.

2.Batuk berdarah
Batuk kronis yang disertai dengan keluarnya darah atau dahak yang bercampur dengan bercak darah, bisa jadi tanda adanya kanker paru-paru. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

3.Mengalami sesak napas
Jika tiba-tiba merasa terengah-engah ketika melakukan aktivitas sederhana, ini dapat menjadi tanda adanya kanker paru-paru stadium awal.  Sesak napas dapat terjadi akibat sel kanker yang menghalangi saluran pernapasan, atau penumpukan cairan di sekitar paru-paru, sehingga menekan paru-paru. Namun, sesak napas tidak hanya terpaku pada kanker paru-paru saja. Munculnya sesak napas saat beraktivitas seperti biasa, juga bisa menjadi tanda gejala penyakit gagal jantung.

4.Rasa nyeri di dada
Kanker paru juga dapat menyebabkan rasa nyeri di bagian dada, bahu, atau punggung. Biasanya rasa nyeri ini bersifat tajam, tumpul, muncul secara terus menerus, atau kadang hilang timbul. Rasa nyeri di dada ini bisa menyerupai tanda penyakit jantung, tetapi nyeri dada akibat kanker paru biasanya akan terasa semakin berat ketika menarik napas dalam, batuk, atau tertawa.

5.Suara menjadi serak
Suara serak umumnya muncul saat seseorang sedang mengalami radang di saluran pernapasan. Namun, jika suara berubah menjadi serak secara tiba-tiba dan berlangsung lebih dari dua minggu, maka waspadalah! Bisa jadi perubahan suara ini merupakan gejala dari kanker paru. Kondisi ini terjadi ketika sel kanker memengaruhi saraf yang mengatur pita suara, sehingga menyebabkan perubahan pada suara.

6.Mengi
Suara mengi yang menyertai seseorang ketika menarik atau mengeluarkan napas di usia dewasa dapat menjadi tanda dari kondisi kesehatan tertentu, seperti alergi atau asma. Namun, tidak disarankan mengasumsikannya sebagai kondisi asma biasa, karena mengi juga bisa merupakan gejala dari kanker paru. Segera periksakan diri ke dokter jika mengi tidak hilang setelah diobati.

7.Penurunan berat badan
Biasanya orang yang menderita penyakit kanker, termasuk kanker paru, akan kehilangan berat badan secara drastis. Hal ini disebabkan oleh sel kanker yang menggunakan semua energi dan nutrisi tubuh. Maka dari itu, jangan abaikan perubahan pada berat badan, terutama bila terjadi saat seseorang tidak mau mengubah pola makan atau gaya hidup.

Selain beberapa gejala yang telah dijelaskan tersebut, terdapat pula beberapa tanda lainnya yang dapat mengindikasikan kanker paru-paru, seperti demam, mudah lelah, kesulitan makan atau menelan, kehilangan nafsu makan, jari membengkak, dan munculnya benjolan yang mencurigakan pada tubuh.

Nah!

Jadi, penting sekali mendeteksi sejak dini gejala kanker paru-paru stadium awal, agar dapat meningkatkan keberhasilan pengobatannya.

 

Faktor Risiko Penyakit Kanker Paru-Paru

Ada banyak faktor risiko yang dapat melatari seseorang menderita penyakit kanker paru-paru. Berikut adalah beberapa faktor risiko yang perlu diketahui dan dihindari:

1.Perokok (aktif maupun pasif)
Terlalu sering terpapar asap rokok dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru. Maka dari itu, jangan merokok dan hindari orang yang aktif merokok.

2.Paparan gas radon
Gas alami yang dihasilkan dari pemecahan zat uranium di tanah, air, dan batuan ini merupakan salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker paru.

3.Paparan asbes
Seorang yang bekerja dengan  asbes, seperti di tambang atau pabrik, lebih berisiko terkena penyakit kanker paru-paru. Terlebih jika seseorang tersebut juga merupakan seorang perokok aktif.

4.Polusi udara
Terlalu lama berada di tempat yang memiliki tingkat polusi udara yang tinggi membuat risiko terkena kanker paru-paru menjadi lebih besar. Sekitar 5 persen dari kasus kematian akibat kanker parparu di seluruh dunia disebabkan oleh polusi udara.

5.Faktor keturunan
Jika salah satu anggota keluarga menderita kanker paru, kemungkinan besar anggota keluarga yang lain lebih berisiko menderita penyakit tersebut. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kaitan faktor keturunan dan munculnya kanker parparu juga berkaitan dengan faktor lingkungan dalam keluarga, seperti merokok dan paparan polusi di lingkungan tempat tinggal.

Setelah mengetahui berbagai faktor risiko penyakit kanker paru, diharapkan dapat menyadari pentingnya berhenti merokok dan menjalani pola hidup sehat mulai dari sekarang. Dengan berhenti merokok, bisa memperpanjang harapan hidup dan menurunkan risiko terkena penyakit kanker paru-paru di kemudian hari.

Berkonsultasi ke dokter, secara rutin untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up) juga merupakan langkah penting untuk mendeteksi dini penyakit tertentu, termasuk kanker paru-paru. Pemeriksaan dini ini disarankan meskipun belum terdapat tanda dan gejala awal kanker paru-paru. Pemeriksaan dini terutama dianjurkan bagi mereka yang memiliki faktor risiko tinggi, misalnya perokok berat yang sudah merokok sejak lama, meskipun saat ini sudah berhenti merokok.

 

Sehat tidak akan mahal jika dirawat dan diantisipasi sejak awal.

Ingin lanjut merokok dengan resiko penyakit yang berpotensi tinggi sebabkan kematian, atau hidup tanpa rokok, udara bersih, timbulkan ketenangan karena kesehatan prima?

Pilih yang mana?

Sayangi diri Anda dan Keluarga!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *