Mata Kucing Pada Anak? Waspada Retinoblastoma!

Jika Anda melihat mata anak Anda seperti mata kucing, Waspadalah, salah satu risiko yang paling buruk adalah anak Anda mengalami retinoblastoma atau kanker mata.

Apa itu kanker mata (retinoblastoma)?

Kanker adalah sebuah sel yang pertumbuhan serta perkembangannya tidak terkontrol. Sedangkan retinoblastoma adalah pertumbuhan sel yang tidak terkontrol yang terjadi pada retina mata. Kanker mata sendiri adalah kejadian kanker yang hampir seluruh kasusnya terjadi pada anak-anak. Umumnya, kanker mata terjadi pada anak berusia di bawah 5 tahun. Setidaknya terdapat 200 hingga 300 anak yang terdiagnosis menderita retinoblastoma setiap tahunnya.

Apa penyebab kanker mata (retinoblastoma)?

Penyebab kanker mata diperkirakan merupakan mutasi genetik yang biasa disebut retinoblastoma-1 (RB1). Mutasi ini dapat diwariskan dari orangtua ke anak-anak dan menghasilkan retinoblastoma turunan pada keluarga. Mutasi-mutasi baru menyebabkan retinoblastoma yang sporadis. Retinoblastoma turunan mungkin akan terjadi pada satu atau kedua mata dan umumnya terjadi pada anak-anak pada usia dini. Biasanya retinoblastoma yang terjadi pada satu mata bukan merupakan penyakit turunan dan terjadi pada anak-anak yang lebih tua. Tumor pada kedua mata umumnya merupakan turunan.

Apa saja ciri yang menandakan kanker mata pada anak?

1. Mata kucing pada retinoblastoma

Gejala yang sering terlihat pada penderita retinoblastoma adalah terdapat tanda manik putih pada mata, atau bahkan “mata kucing”. Manik mata yang berwarna putih terlihat seperti bayangan putih yang tampak pada bagian tengah mata. Sedangkan “mata kucing” adalah istilah yang merujuk pada mata yang akan bersinar kekuningan saat di tempat gelap, seperti mata kucing di malam hari. Jika melihat tanda tersebut pada anak, maka sebaiknya segera periksakan dan konsultasikan kondisi tersebut ke dokter.

2. Pupil berwarna putih (leukocoria)

Kondisi ini merupakan ciri paling umum dari kanker mata pada anak. Normalnya saat diterangi cahaya, pupil (lingkaran di tengah mata) akan berwarna kemerahan karena adanya pembuluh darah di belakang mata. Namun dalam kasus retinoblastoma, pupil justru berwarna merah muda atau bahkan putih. Ini bisa saja terjadi karena pupil bersifat tembus cahaya sehingga kanker yang ada di mata anak dapat terlihat dengan mudah.

3. Mata juling

Strabismus atau mata juling adalah kondisi ketika kedua bola mata tidak bergerak ke arah yang sama. Salah satu mata bisa mengarah ke dalam atau ke luar dengan tidak menentu. Jika terus dibiarkan kondisi ini bisa mengarah pada mata malas karena saraf pada mata dan otak tidak mampu bekerja dengan baik.

4. Mata merah

Sakit mata biasanya ditandai dengan kemerahan yang terjadi di bagian putih mata. Namun dalam kasus retinoblastoma, kemerahan ini tidak selalu diiringi dengan rasa sakit atau perih. Anak bisa saja merasa mata dalam kondisi sehat, hanya saja terlihat memerah.

5. Penglihatan memburuk

Ciri kanker mata pada anak bisa ditandai dengan kemampuan penglihatan yang semakin memburuk. Anak mungkin akan mengeluhkan kalau penglihatannya sudah tidak sebaik dulu. Mulai dari kesulitan untuk melihat suatu objek dengan jelas hingga tidak mampu untuk mengontrol gerakan mata. Gerakan mata biasanya akan sulit terkontrol jika kerusakan dialami oleh kedua mata.

Selain itu, kondisi bola mata yang membesar, perdarahan pada mata, perbedaan warna pada iris (bagian yang memberi warna mata), adalah tanda-tanda lainnya yang bisa juga muncul untuk memperkuat adanya kanker mata pada anak. Berbagai tanda dan ciri-ciri yang telah disebutkan sebelumnya, memang tidak selalu mengindikasikan adanya retinoblastoma. Namun jika Anda khawatir saat anak mengalami satu atau lebih ciri di atas, jangan tunda untuk segera mengonsultasikannya pada dokter mata guna mendapatkan perawatan sedini mungkin.

Apakah retinoblastoma dapat dicegah?

Karena retinoblastoma lebih banyak dipengaruhi oleh genetik, maka pencegahan terbaik yang dapat dilakukan adalah dapat menemukan kejadian retinoblastoma dalam keadaan sedini mungkin. Semua bayi yang baru lahir, seharusnya melakukan pemeriksaan mata dan dilakukan rutin selama satu tahun pertama kehidupan. Bayi yang dilahirkan dari keluarga yang memiliki riwayat retinoblastoma sebelumnya, maka harus melakukan pemeriksaan mata lebih sering, seperti seminggu sekali pada beberapa bulan pertama dan dilanjutkan dengan satu bulan sekali. Anak yang mengalami retinoblastoma jika ditangani pada stadium awal, maka peluang untuk sembuh total dapat mencapai 95%.

Semoga sehat selalu,

@doktercare

(dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *