Mengenal Apa Itu Virus Zika?

Virus Zika adalah infeksi virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegpti – jenis nyamuk yang juga menularkan demam berdarah dan chikungunya. Nyamuk Aedes Aegpti menyebarkan virus Zika dengan cara mengisap virus dari orang yang terinfeksi, kemudian menularkannya ke orang yang sehat.

Virus Zika pertama kali ditemukan pada seekor monyet resus di Hutan Zika, Uganda, pada tahun 1947, jadi sepertinya Zika sendiri merupakan nama hutan tempat dimana virus ini berhasil diisolasi. Virus Zika kembali ditemukan pada nyamuk spesies Aedes africanus di hutan yang sama pada tahun 1948. Pada 1952, ditemukan manusia pertama yang terinfeksi virus Zika di Uganda dan Republik Tanzania. Pada tahun 1960-an hingga 1980-an, virus Zika mulai menyebar hingga wilayah Afrika dan Asia, termasuk India, Indonesia, Malaysia, dan Pakistan. Pada 2015, terjadi wabah virus Zika di sejumlah tempat. Daerah yang paling terkena dampaknya adalah Amerika Selatan, terutama Brazil dan Kolombia, Amerika Tengah, beberapa wilayah di kawasan Pasifik, dan Kepulauan Karibia.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Virus Zika umum terjadi di daerah tropis di mana banyak ditemukan nyamuk Aedes Aegpti. Virus ini bisa menyerang siapa saja dalam berbagai kalangan usia. Namun, wanita hamil atau siapapun yang tinggal atau bepergian ke daerah yang terdapat infeksi Zika memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi.

Apa Penyebab Virus Zika?

Penyebab penyakit Zika atau demam Zika adalah virus Zika. Virus Zika termasuk ke dalam kelompok virus flavivirus yang masih berasal dari keluarga yang sama dengan virus penyebab demam berdarah.

Nyamuk Aedes aegypti mengambil dan membawa virus Zika dari manusia yang telah terinfeksi virus tersebut. Melalui gigitannya, nyamuk Aedes aegypti menyebarkan virus Zika kembali kepada manusia yang belum terinfeksi.

Spesies nyamuk Aedes aegypti sangat aktif pada siang hari dan hidup serta berkembang biak di dalam maupun luar ruangan yang dekat dengan manusia, terutama di area yang terdapat genangan air.

Selain melalui gigitan nyamuk, virus Zika juga dapat ditularkan dari ibu ke janin di dalam kandungannya. Infeksi virus Zika saat kehamilan dikaitkan dengan risiko keguguran dan mikrosefali, yaitu kelainan yang membuat otak tidak berkembang secara sempurna dan yang berpotensi fatal. Untuk penularan virus Zika melalui proses menyusui belum pernah ditemukan, sehingga dokter tetap menganjurkan ibu yang terinfeksi untuk tetap menyusui bayinya.

Selain itu, virus Zika juga dapat ditularkan melalui tranfusi darah dan hubungan seksual. Namun, kasus seperti ini jarang terjadi.

Apa saja tanda-tanda dan gejala virus Zika?

Dalam kebanyakan kasus orang yang terinfeksi virus ini tidak menunjukkan gejala sama sekali. Bahkan, menurut Kementerian Kesehatan, hanya 1 dari 5 orang yang terinfeksi menunjukkan gejala virus Zika.

Meskipun kebanyakan orang yang mengalami virus Zika tidak merasakan gejala apapun, namun berikut adalah tanda dan gejala virus Zika yang paling umum terjadi:

  • Merasa gatal hampir di semua bagian tubuh
  • Demam
  • Kepala sakit dan pusing
  • Mengalami nyeri sendi dan bengkak pada persendian
  • Nyeri otot
  • Mata menjadi merah
  • Merasa sakit di bagian punggung
  • Nyeri di bagian belakang mata
  • Muncul bintik-bintik merah di permukaan kulit

Mengenai gejala virus Zika, sejumlah pakar kesehatan melihat adanya banyak kesamaan gejala antara demam berdarah dengan demam Zika. Namun, hal yang paling membedakan antara gejala virus Zika dengan  penyakit demam berdarah adalah demam yang muncul akibat infeksi virus ini cenderung tidak terlalu tinggi, kadang maksimal hanya pada suhu 38 derajat celcius.

Bagaimana Cara Pengobatan Virus Zika?

Sampai saat ini tidak ada pengobatan spesifik untuk virus Zika, hal ini disebabkan karena pada awalnya infeksi penyakit ini dianggap tidak tergolong berat dan hanya sedikit kasus yang dilaporkan. Jadi, pengobatan yang ada saat ini masih berfokus pada menangani gejala yang dirasakan. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika Anda terindikasi mengalami gejala virus zika, yaitu:

  • Istirahat yang cukup.
  • Perbanyak minum air untuk mencegah dehidrasi.
  • Konsumsi obat-obatan, seperti paracetamol, untuk meredakan demam dan sakit kepala.

Sampai saat ini pun penyakit ini belum bisa dicegah dengan vaksin. Jika Anda terinfeksi dengan virus Zika, hindari gigitan nyamuk selama seminggu pertama untuk meminimalisir kemungkinan penyebaran penyakit. Minggu pertama dari infeksi adalah periode kritis di mana virus Zika aktif pada aliran darah dan mudah ditularkan melalui nyamuk. Satu nyamuk saja dapat menginfeksi banyak orang lain. Jangan Lupa konsultasikan penyakit Anda dengan dokter.

Semoga sehat selalu,

@doktercare

(dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *