Pikun Sebelum Waktunya ? Yuk Kenali Penyakit Alzheimer !

Apakah yang dimaksud dengan Penyakit Alzheimer ?

Penyakit Alzheimer dikenal sebagai penyebab munculnya Penyakit Demensia yang akan mempengaruhi seseorang terutama dari kelompok lansia dalam melakukan aktivitas mereka sehari – hari menjadi berjalan agak lamban.

Seperti diketahui bahwa Alzheimer akan semakin parah seiring dengan usia seseorang bertambah tua. Rata – rata individu yang terkena Alzheimer adalah yang berusia di atas 65 tahun, namun bagi individu yang memiliki usia di bawah usia 65 tahun juga rentan mengalami Alzheimer meskipun di Indonesia jarang terjadi.

Meskipun ada banyak riset yang mempelajari tentang penyakit yang satu ini namun hingga saat ini para pakar kesehatan belum berhasil mengetahui tentang apa penyebab lansia rentan terserang Alzheimer. Diduga karena terjadi oleh banyak penyebab seperti beberapa diantaranya adalah terkena beberapa penyakit kronis memegang peranan penting dalam terjadinya kondisi buruk tersebut.

Alzheimer merupakan sebuah keadaan yang bersifat ‘progresif’ yang menjadi penyebab utama terjadinya memori dan beberapa fungsi otak terganggu. Dimana pada tahap awal, seseorang terkena penyakit ini adalah dengan menunjukkan gejala kebingungan dan kadang-kadang kesulitan dalam mengingat sesuatu dengan lebih teliti. Pada gejala selanjutnya, seseorang yang positif terkena penyakit ini kadang-kadang melupakan orang-orang terpenting dalam hidupnya dan mulai mengalami kepribadian yang berubah secara signifikan.

Gejala Penyakit Alzheimer

Pada umumnya penyakit alzheimer ditandai adanya :

– Lupa Ingatan. Bedanya lupa normal dengan lupa khas alzheimer; lupa khas alzheimer umumnya akan bertambah parah seiring dengan berjalannya waktu.
– Tanpa sadar mengulangi pernyataan dan pertanyaanyang sama berkali-kali.
– Melupakan percakapan atau janji penting.
– Kerap salah ketika menempatkan barang, misalnya menyimpan gantungan kunci di rak sepatu.
– Tersesat di tempat yang sudah tidak asing lagi
– Lupa nama anggota keluarga dan benda sehari-hari
– Kesulitan menemukan kata yang tepat untuk mengidentifikasi objekdan mengekspresikan pikiran.
– Kesulitan berkonsentrasi dan berpikir-terutama yang berkaitan dengan konsep abstrak-, seperti angka.
– Perubahan kepribadian dan perilaku

Penyebab Penyakit Alzheimer

Hingga saat ini penyebab pasti penyakit Alzheimer belum diketahui. Namun para ahli yang melakukan penelitian mengemukakan bahwa di dalam otak penderita terjadi pengendapan protein beta-amyloid dan kekusutan neurofibril yang menghalangi suplai nutrisi antar sel otak. Seiring waktu, beta amyloid yang mengendap dan neurofibril yang kusut akan merusak dan mematikan sel-sel otak sehingga akhirnya membuat ukuran otak menyusut. Saat proses tersebut berjalan, gejala akan tampak pada penderita, yaitu berupa daya ingat berkurang, perubahan suasana hati, dan menurunnya kemampuan bicara. Rusaknya sel-sel otak juga dapat menurunkan kadar neurotransmitter di dalam otak yang berimbas kepada kacaunya koordinasi antarsaraf otak.

Faktor yang bisa meningkatkan resiko penyakit Alzheimer

Berikut ini sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer.

1. Umur. Penyakit Alzheimer rentan diidap oleh orang-orang yang telah berusia di atas 65 tahun (terlebih lagi bagi mereka yang berusia di atas 80 tahun). Namun dari keseluruhan kasus yang terjadi, lima persen penderita penyakit alzheimer adalah orang-orang yang berusia 40-65 tahun.
2. Berjenis kelamin wanita.
3. Pernah mengalami cedera parah pada bagian
4. Genetik. Menurut penelitian, mereka yang memiliki orang tua atau saudara dengan Alzheimer akan lebih berisiko terkena penyakit yang sama. Kurang dari lima persen kasus penyakit Alzheimer terjadi akibat perubahan atau mutasi genetik yang diturunkan dari generasi sebelumnya.
5. Mengidap sindrom Down. Gangguan genetik yang menyebabkan terjadinya sindrom Down juga dapat menyebabkan penumpukan protein beta-amyloid di otak sehingga memicu terjadinya penyakit Alzheimer.
6. Mengidap gangguan kognitif ringan. Orang-orang dengan kondisi ini biasanya akan memiliki masalah pada daya ingat yang mungkin saja dapat memburuk seiring perkembangan usia.

Selain faktor-faktor di atas, terkena penyakit jantung juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit Alzheimer. Karena itu, harap waspada jika Anda sering terpapar asap rokok, jarang berolahraga, jarang mengonsumsi makanan berserat, menderita kolesterol tinggi, hipertensi, obesitas, dan diabetes tipe-2.

Penanganan Penyakit Alzheimer

Jenis obat-obatan yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk penyakit Alzheimer adalah rivastigmine, galantamine, donepezil, dan memantine. Keempat obat ini mampu meredakan gejala demensia dengan cara meningkatkan kadar zat tertentu di dalam otak.

Selain melalui obat-obatan, pengobatan psikologis juga dapat diterapkan untuk menangani penyakit Alzheimer.

1. Stimulasi kognitif. Metode ini bertujuan meningkatkan daya ingat, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan dalam memecahkan masalah.
2. Terapi relaksasi dan terapi perilaku kognitif. Metode ini bertujuan mengurangi halusinasi, delusi, agitasi, kecemasan, depresi yang dialami oleh penderita Alzheimer.

Semoga Sehat Selalu 🙂

@doktercare

(el)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *