Sedih Terus ? Awas Depresi !

Pengertian Depresi

Depresi adalah suatu kondisi medis berupa perasaan sedih yang berdampak negatif terhadap pikiran, tindakan, perasaan, dan kesehatan mental seseorang. Emosi sedih adalah reaksi normal sementara terhadap peristiwa-peristiwa hidup seperti kehilangan orang tercinta, dapat masalah besar, dll. Namun, sedih yang berkepanjangan merupakan gejala dari sebuah penyakit psikologis yang bernama depresi.

Depresi juga bisa digambarkan sebagai suatu kelainan mood yang menyebabkan perasaan sedih dan hilang minat yang menetap. Depresi bisa memengaruhi perasaan Anda, cara berpikir dan berperilaku, serta dapat membuat Anda memiliki berbagai masalah emosi dan fisik. Jika rasa sedih berlangsung dalam beberapa hari atau minggu, mengganggu pekerjaan atau kegiatan lain, atau berpikir untuk bunuh diri, kemungkinan ini adalah depresi.

Menurut penelitian, depresi terjadi pada 80% orang pada beberapa waktu dalam hidupnya dan dapat terjadi pada usia berapapun. Pada tahun 2015 WHO memperkirakan terdapat lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi, di mana wanita lebih sering dibandingkan dengan laki-laki, dan lebih dari 750 ribu orang meninggal karena bunuh diri. Sedangkan di Indonesia sendiri, diperkirakan 3,7% penduduknya mengalami depresi.

Ada dua macam depresi, yaitu depresi ringan dan berat (menetap). Depresi ringan datang dan pergi dengan sendirinya, ditandai dengan hati yang berat, sedih, dan murung. Depresi berat dicirikan oleh perasaan tidak berguna atau bersalah serta sering disertai gejala fisik seperti turun berat badan, sakit kepala, hingga tidak enak badan. Penderita depresi berat cenderung untuk menarik diri, tidak peduli pada lingkungan sekitar, serta aktivitas fisik yang terbatas.

Gejala Depresi

Depresi menyebabkan perasaan penderitanya kacau balau. Depresi juga dapat menganggu aktifitas sehari-hari bagi penderitanya. Ada beberapa gejala yang dapat menjadi acuan apakah Anda juga mengalami depresi atau tidak, diantaranya :

1 . Emosi tak terkontrol

Depresi menyebabkan emosi penderitanya tak terkontrol. Meski tidak apa pemicu atau penyebab dari luar, penderita depresi akan sering mengalami emosi yang naik turun. Tiba-tiba dia dapat merasa marah, kemudian berubah menjadi sedih dan menangis dengan keras secara tiba-tiba.

2. Perubahan nafsu makan

Bila orang yang depresi atau khawatir biasanya makan lebih banyak dari biasanya, gangguan depresi berat lebih sering diikuti hilangnya nafsu makan karena tidak lagi peduli pada kehidupannya sehingga berat badan turun. Pada kasus depresi yang berat biasanya membuat di penderita mengalami perubahan nafsu makan yang menurun serta diikuti dengan penurunan berat badan.

3. Insomnia atau hipersomnia tiap harinya

Sama seperti pada umumnya, jika ada suatu masalah kita akan sulit untuk tidur. Sebagian penderita depresi akan mengalami kesulitan tidur (insomnia) ataupun kelebihan tidur (hiperinsomnia).

4. Kehilangan harapan dan ketertarikan

Penderita yang mengalami depresi berat, ciri-cirinya bisa diketahui dari perasaan tidak ada lagi harapan serta ketertarikan terhadap hal yang biasanya disukai. Tidak hanya sehari, hal ini bisa berlangsung di semua kegiatan setiap hari. Bahkan, perasaan ini bisa muncul saat sedang melakukan hal yang disukai, seperti hobi dan berkumpul bersama teman.

5. Mencoba bunuh diri

Data WHO menunjukkan bahwa hampir 800.000 orang meninggal karena bunuh diri secara global, yang artinya ada 1 orang setiap 40 detik. Bunuh diri sering kali dipicu oleh perasaan stres dan depresi yang tidak mampu lagi ditampung. Ketika mengalami depresi berat, kamu mungkin akan mengambil keputusan drastis, seperti bunuh diri.

Diagnosis Depresi

Pada umumnya, dokter akan mendiagnosis dari gejala Anda dan riwayat kesehatan Anda. Selain itu, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan seperti tes darah dan tes psikologi. Tes ini berguna untuk menyingkirkan kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala yang Anda alami, mengonfirmasi diagnosis dan memeriksa komplikasi yang berhubungan.

Pengobatan Depresi

1 . Psikoterapi

Beberapa teknik psikoterapi yang dilakukan untuk mengatasi depresi, seperti : Cognitive behavior therapy (CBT), Problem-solving therapy (PST), Interpersonal therapy (IPT), dsb.

2. Antidepresan

Antidepresan adalah obat-obatan untuk mengatasi gejala depresi. Terdapat berbagai macam obat antidepresan, dengan tingkat keberhasilan dan dampak yang berbeda-beda pada tiap orang. Karena itu, pasien mungkin akan mencoba beberapa jenis antidepresan sampai menemukan obat yang sesuai. Dan biasanya obat antidepresan membutuhkan waktu beberapa minggu atau bulan untuk bekerja dan mulai menghilangkan gejala yang dirasakan penderita depresi.

3. Hidup teratur

Makan sehat, olahraga dan istirahat cukup adalah terapi paling mudah yang bisa Anda lakukan. Sesibuk apapun Anda, jangan lupa untuk melakukan rutinitas wajib ini. Seringnya karena Anda tidak rutin melakukan hal tersebut, Anda mudah sakit di kala stres melanda.

Semoga bermanfaat, Semoga sehat selalu,

@doktercare

(pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *