Sering Sariawan ? Bahaya Kanker Mulut !

Sariawan atau stomatitis aftosa adalah kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka pada mulut yang berbentuk bercak putih kekuningan dengan permukaan agak cekung. Luka tersebut bisa berbentuk oval atau bulat, dan berwarna putih atau kuning dengan tepiannya yang berwarna merah akibat peradangan. Lokasi sariawan dapat terjadi di bagian dalam pipi atau bibir, serta di permukaan gusi dan lidah. Sariawan yang tumbuh dapat berjumlah satu atau lebih.

Sariawan umumnya bukan termasuk penyakit yang dapat menular. Namun pada beberapa kasus, luka sariawan bisa disebabkan oleh infeksi virus. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak-anak, seperti pada kasus penyakit tangan, kaki, dan mulut. Penyakit sariawan kebanyakan dialami oleh remaja usia 10-19 tahun akibat kurang menjaga kebersihan mulut atau adanya kerusakan pada selaput lendir di rongga mulut. Gejala sariawan yang muncul biasanya tidak parah dan dapat pulih tanpa pengobatan medis dalam waktu satu hingga dua minggu.

Apakah sariawan merupakan gejala dari kanker mulut ?

Kanker mulut biasanya terjadi pada bibir, lidah, gusi, dinding mulut, langit-langit mulut, atau di bagian lain dalam rongga mulut. Kanker mulut dapat menyebar secara langsung ke jaringan-jaringan di sekitar mulut atau melalui kelenjar getah bening.

Meskipun demikian, kanker mulut bisa dideteksi secara dini dari kondisi yang terjadi di rongga ­mulut. Apabila sariawan yang terjadi di dalam mulut, tapi tidak sembuh-sembuh lebih dari dua minggu. Itu perlu diwaspadai dengan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Perbedaan sariawan biasa dan sariawan gejala awal kanker mulut, bisa dibedakan dari rasa sakit yang terasa dan permukaan sariawan. Pada sariawan biasa, rasanya sakit dan permukaannya memiliki rasa cekung. Sedangkan pada sariawan gejala awal kanker mulut akan terasa sebaliknya.

Gejala awal kanker mulut, menyerupai bercak putih yang tidak bisa hilang, kadang juga seperti bersisik. Hal itu bisa ditemukan di mana saja di dalam rongga mulut. Benjolan atau penebalan pada dinding di dalam mulut juga bisa menjadi tanda awal yang diwaspadai, jika tak kunjung hilang.

Seperti kanker pada umumnya, kanker mulut jarang menimbulkan gejala pada stadium awal sehingga sulit dideteksi. Hanya, tanda-tanda awal tersebut yang bisa diwaspadai, ketika terjadi pada rongga mulut dan tak menghilang dalam waktu lebih dari dua minggu.

Penyebab Sariawan

Sariawan dapat muncul karena berbagai hal, mulai dari kekurangan vit C, terlalu banyak fikiran dan sebagainya. Namun, ada beberapa penyebab yang membuat sariawan sering muncul, diantaranya :

1 . Kekurangan zat besi atau vitamin B12

Tubuh kita setiap hari membutuhkan kandungan zat besi dan vitamin B12 yang cukup. Nah, ketika kondisi tubuh kita kurang vit dan kebutuhan akan zat besi serta B12 kita kurang. Maka dapat menyebabkan timbulnya sariawan.

2. Cedera atau kerusakan pada lapisan dalam mulut

Cedera ini biasanya terjadi karena bibir tergigit secara tidak sengaja, gigi yang terlalu tajam, memakai kawat gigi, atau mengunyah makanan yang keras.

3. Perubahan hormon

Kondisi ini biasanya dialami wanita yang dapat mengalami sariawan selama masa menstruasi.

Pencegahan dan Pengobatan Sariawan

Biasanya, sariawan di bibir tidak perlu diobati karena bisa sembuh sendiri dalam satu atau dua minggu. Namun jangan ragu untuk pergi ke dokter secepatnya jika sariawan di bibir membuat Anda :

  • Sangat kesulitan untuk makan dan minum
  • Ukuran sariawannya sangat besar
  • Muncul sariawan baru padahal sariawan yang lama belum sembuh
  • Sariawan tidak terasa sakit, sariawan tidak sembuh padahal sudah tiga minggu

Namun, ada juga beberapa cara untuk mencegah sariawan agar tidak sering muncul, diantaranya :

1 . Makan dengan perlahan

Salah satu penyebab timbulnya sariawan adalah cedera atau kerusakan pada lapisan mulut. Nah, hal ini dapat terjadi pada saat kita mengunyah makanan. Jika kita menguyah makanan dengan terburu-buru atau sambil berbicara hal ini akan meningkatkan resiko tergigit dan munculnya sariawan. Namun, jika kita makan dengan perlahan dan tidak sambil berbicara dapat mengurangi resiko tergigit dan menyebabkan luka pada lapisan mulut.

2. Pola makan sehat

Sariawan juga dapat timbul karena tubuh kita yang kekurangan akan vitamin atau zat besi. Oleh karena itu, untuk mencegah timbulnya sariawan sebaiknya kita menjaga pola makan kita. Yakni dengan makan makanan yang bergizi dan memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral bagi tubuh kita.

3. Jaga kebersihan mulut

Jagalah kebersihan mulut setiap saat, terutama pada rongga-rongga mulut. Anda dapat menjaga kebersihan mulut dengan cara menggosok gigi terutama saat setelah makan.

4. Hindari Stress

Jauhkan fikiran berat yang dapat memengaruhi tingkat stress Anda. Jauhkan fikiran-fikiran negatif yang dapat membuat fikiran Anda terbebani. Cara untuk menghindari stress yakni dengan makan makanan bergizi, penuhi kebutuhan vitamin tubuh Anda, serta olahraga yang teratur.

Semoga bermanfaat, semoga sehat selalu,

@doktercare

(pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *