Tenggorokan Gatal? Waspada Radang!

Pengertian

Radang tenggorokan (Faringitis) adalah suatu peradangan pada tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi. Infeksi ini umumnya bersifat akut dan menyerang saluran tenggorokan. Saat mengalami kondisi ini, biasanya penderita akan merasa nyeri, iritasi, atau rasa gatal dan rasa sakit di bagian tenggorokan hingga susah menelan.

Penularan

Radang merupakan infeksi menular yang dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan penderitanya. Kontak bisa terjadi lewat aktivitas yang melibatkan lendir atau air liur. Misalnya: lewat ciuman atau penggunaan sikat gigi yang terkontaminasi.

Gejala

Radang tenggorokan dapat menimbulkan gejala-gejala yang mengganggu, seperti:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Bersin-bersin dan hidung tersumbat
  • Tenggorokan kering
  • Amandel yang bengkak dan memerah
  • Bintik putih pada amandel atau tenggorokan
  • Pembengkakan kelenjar pada leher
  • Suara parau atau serak
  • Nyeri pada perut dan muntah-muntah, biasanya pada anak-anak

Penyebab

Faringitis atau radang tenggorokan dapat disebabkan oleh beberapa hal. Dua di antaranya adalah virus dan bakteri. Beberapa jenis virus yang memicu faringtis adalah virus gondongan (mumps), virus Epstein-Barr (monocleosis), virus parainfluenza, serta virus herpangina.

Penyebab radang tenggorokan lainnya meliputi:

  • Alergi: Alergi dapat memicu iritasi tenggorokan. Serbuk sari, debu, bulu hewan peliharaan, serat, dan jamur merupakan pemicu yang umumnya ditemui.
  • Iritasi: Udara kering, polusi, dan paparan asap rokok juga dapat menyebabkan faringitis.
  • Kekeringan: Kelembaban yang rendah dan udara ruangan yang kering, terutama pada musim dingin juga dapat menyebabkan radang tenggorokan

Pengobatan

Radang tenggorokan yang muncul berulang kali memerlukan penanganan dokter. Dokter Anda dapat merujuk Anda untuk menemui ahli THT (telinga, hidung dan tenggorokan), yang juga dikenal dengan sebutan otolaringolog, untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Jika radang disebabkan oleh bakteri, maka dokter biasanya akan memberikan antibiotik atau obat-obatan anti bakteri. Antibiotik harus dikonsumsi selama 7 hingga 10 hari untuk mencegah radang datang kembali dan penolakan terhadap antibiotik. Jika penyebabnya adalah virus, dokter tidak akan memberikan antibiotik karena tidak dapat mengatasi kondisi Anda. Ia akan menyarankan Anda untuk minum banyak air, banyak beristirahat, dan mengonsumsi suplemen vitamin C.

Radang tenggorokan yang disebabkan oleh alergi biasanya diobati dengan konsumsi antihistamin dan menghindari pemicu alergi. Antibiotik hanya dapat dikonsumsi jika disertai dengan resep dokter. Secara umum, para penderita radang tenggorokan dapat mengkonsumsi obat-obatan penghilang nyeri seperti asetaminofen (Tylenol), ibuprofen (Advil), naproksen (Aleve) dan aspirin bagi anak-anak untuk meredakan nyeri yang mereka alami.

Meskipun terlihat sederhana, radang tenggorokan dapat merepotkan. Contohnya, radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri yang tidak mau hilang dapat menyebabkan penolakan antibiotik, sehingga kondisi tersebut tidak dapat lagi diatasi dengan konsumsi antibiotik. Kondisi ini juga dapat meningkatkan resiko infeksi, penyebaran melalui aliran darah yang akhirnya menyerang jantung. Jika hal ini terjadi, dokter Anda akan menganjurkan Anda untuk menjalani bedah tonsilektomi, untuk menghilangkan amandel melalui pembedahan.

Pencegahan

Beberapa upaya yang dapat kita dilakukan untuk mencegah faringitis adalah:

  • Sering mencuci tangan, terutama sebelum makan atau setelah batuk dan bersin.
  • Menggunakan pembersih berbahan alkohol jika air dan sabun tidak ada.
  • Tidak berbagi pakai peralatan makan, minum atau mandi dengan penderita faringitis.
  • Mengindari kontak dengan penderita faringitis.

Semoga sehat selalu,

@doktercare

(dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *