Tidur Teratur, Panjangkan Umur! Kok Bisa?

Tidur merupakan kebutuhan utama manusia, untuk mengistirahatkan kepala setelah seharian melakukan aktivitas, entah sekolah, bekerja hingga yang lainya.

Setelah dilakukan berbagai macam penelitian perihal tidur, terbukti bahwa seseorang yang kurang tidur dapat menyebabkan gangguan penyakit secara fisik ataupun mental.

Hal sepele yang bisa berujung maut ketika beberapa memilih menyepelekanya.

 

Bagaimana bisa?

 

Mengapa manusia harus tidur?

 

 

Ketika kekurangan tidur atau menderita gangguan tidur seseorang akan mengalami penurunan fungsi otak. Selain itu terjadi perubahan hormonal yang pada akhirnya akan mengganggu fungsi organ tubuh lain yang berujung timbulnya penyakit pada tubuh seseorang. Penurunan daya tahan tubuh, peningkatan tekanan darah, penurunan fungsi jantung, gangguan metabolisme, dapat terjadi ketika kebutuhan tidur tidak terpenuhi dengan baik (6 s/d 7 jam) per harinya.Penyakit yang diakibatkan dari penurunan fungsi syaraf juga berpotensi terjadi, diantarabta alzheimer, dementia atau penyakit Parkinson.

Selain alami gangguan fisik, kurang tidur juga dapat menyebabkan gangguan kejiwaan, meskipun itu tidak langsung terjadi.

Beragam penelitian menemukan adanya potensi besar kemunculan beberapa penyakit mental, seperti depresi, ADHD, gangguan bipolar yang muncul akibat kurang tidur.

Sebuah penelitian di Michigan, AS, mengamati seribu orang berusia 21 hingga 30 tahun. Hasilnya, mereka yang mengidap insomnia pada wawancara pertama memiliki risiko empat kali lebih besar menderita depresi ketika diwawancara lagi tiga tahun setelahnya. Studi lain menemukan bahwa masalah gangguan tidur terjadi sebelum munculnya depresi. Selain itu, penderita depresi yang mengalami insomnia akan lebih sulit disembuhkan dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami insomnia.

Pada sebuah penelitian, para ahli menemukan bahwa insomnia dan gangguan tidur lainnya mungkin memperparah episode mania (manic) atau depresi (depressive) pada pasien dengan gangguan bipolar. Kurang tidur itu sendiri dipercaya dapat memicu episode mania, yaitu fase ledakan emosi atau perilaku yang tak terkendali.

Akibat kurang tidur juga dapat memicu gangguan kecemasan. Satu studi melaporkan bahwa sekitar 27 persen pasien dengan gangguan kecemasan diawali dengan insomnia yang membuat seseorang susah tidur.

 

Ngeri ya?

Lalu sebenarnya Fungsi tidur itu Apa sih?

Tidur Untuk Mengeluarkan Racun

Dampak yang muncul dari tidur bagi otak sangat luar biasa. Diketahui bahwa proses pembersihan ini melibatkan dua jenis sel yaitu mikroglial dan astrosit yang selalu melakukan proses pembersihan.

Berada di dalam otak dan saraf tulang belakang, sel mikroglial atau mikroglia merupakan bentuk utama dan pertama dari perlindungan kekebalan tubuh yang aktif pada sistem saraf pusat. Mikroglia merupakan sel kunci dalam perawatan otak secara keseluruhan.

Sel ini membersihkan sistem saraf pusat dari plak, cedera, atau neuron dan sinapsis dari infeksi. Ketika kita tengah tidur, maka sel ini dapat bekerja secara tepat dan optimal.

Selain membersihkan otak, sel ini juga bisa mencegah munculnya penyakit alzheimer. Mikroglia membantu menghilangkan beta-amyloid, protein beracun yang bisa ditemui pada otak pasien penderita alzheimer.

Pada sisi lain, astosit merupakan sel glial berbentuk bintang di otak dan sistem saraf yang memiliki banyak fungsi. Berbagai manfaat yang dimilikinya termasuk dalam membenahi proses dalam otak serta saraf tulang belakang karena cedera traumatis.

Perlu diketahui bahwa sel tersebut bekerja secara maksimal ketika tubuh manusia dalam kondisi tidur.

 

Wah hebat ya!

 

Bagaimana kualitas tidur Anda?

 

Apakah sudah memiliki kebiasaan tidur yang benar?

 

Untuk memastikan tidur Anda berkualitas, berikut 4 kebiasaan tidur yang harus Anda tinggalkan :

1. Minum alkohol membuat tidur lebih nyenyak

Alkohol memiliki efek yang membuat Anda mengantuk. Itulah sebabnya banyak yang beranggapan jika alkohol bisa membantu seseorang tidur lebih nyenyak.

Faktanya, ini hanya mitos dan termasuk kebiasaan buruk sebelum tidur yang harus Anda hindari.

Meskipun awalnya memicu kantuk, beberapa jam setelah alkohol diminum, tubuh akan menimbulkan berbagai reaksi. Hormon stres akan meningkat sehingga memacu denyut jantung lebih cepat.

Selain itu, kafein pada alkohol juga bersifat diuretik. Hal ini akan membuat Anda berkali-kali buang air kecil yang bisa mengganggu tidur. Parahnya, efek tersebut membuat Anda lelah dan lesu di esok harinya.

Jadi, lebih baik hentikan minum alcohol sebelum tidur, atau bahkan menghentikan total kebiasaan ini, jika tidak ingin kesehatan Anda terganggu.

 

2. Tidak masalah tidur larut malam asal bangun siang

Mitos mengenai kebiasaan tidur ini juga cukup sering terdengar.

Tidur larut malam bisa membuat Anda kurang tidur. Namun, Anda berpikir tidak akan jadi masalah asal esoknya bangun lebih siang.

Meski Anda bisa memenuhi waktu tidur, yaitu 7 hingga 9 jam per hari, kebiasaan tidur ini bisa membuat jam tidur Anda berantakan. Anda akan kesulitan untuk tidur lebih awal dan bangun lebih pagi jika dibutuhkan.

 

3. Nonton TV membuat Anda relaks dan lebih mudah tidur

Mitos lain seputar kebiasaan menjelang tidur adalah tidur dengan kondisi TV menyala.

Tidur dengan kondisi TV menyala, bukan menandakan bahwa menonton TV membuat seseorang lebih mudah tidur. Sebaliknya, tayangan televisi bisa membuat Anda sulit tidur. Kenapa?

Acara TV dapat menimbulkan rasa penasaran yang membuat Anda mengundur jam tidur. Paparan cahaya biru dari TV juga bisa mengganggu tidur. Itulah sebabnya, kebiasaan nonton TV sebelum tidur harus Anda hindari.

Dilansir dari laman Harvard Medical School, paparan cahaya biru dari gadget, juga TV, dapat memperlambat produksi hormon melatonin sehingga kadarnya jadi lebih rendah.

Hormon ini berfungsi sebagai informan untuk tubuh bahwa waktu sudah malam dan Anda harus segera tidur.

Saat kadar melatonin rendah, Anda jadi tidak mengantuk dan sulit untuk tidur. Anda mungkin akan tertidur larut malam dan bangun dengan tubuh yang lelah.

Jadi, jelas bahwa kebiasaan tidur yang satu ini hanyalah mitos belaka.

 

4. Tidur dekat kipas membuat tidur lebih nyaman

Tidur kepanasan tentu tidak nyaman. Tubuh akan berkeringat dan membuat baju jadi basah. Kondisi ini memang bisa mengganggu tidur, sehingga Anda memilih tidur dekat kipas angin.

Konon, mitos menyebutkan bahwa kebiasaan tidur di dekat kipas angin membuat Anda lebih nyaman. Namun, apa benar?

Kipas angin memang membebaskan Anda dari rasa gerah. Sayangnya, tidur terlalu dekat dengan kipas angin bisa membuat Anda nyeri otot keesokkan harinya. Suhu dingin bisa membuat otot jadi tegang sehingga menimbulkan rasa nyeri dan kaku.

Nah, sekarang sudah tahu, bukan? Mulai sekarang, yuk mulai kebiasaan tidur yang lebih baik.

 

Karena kualitas tidur menentukan kualitas hidup manusia.

 

Tidur teratur, bisa panjang umur.

Semoga selalu sehat ya 🙂

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *