Tulang Terasa Nyeri? Waspada Kanker Tulang!

Apa itu kanker tulang?

Kanker tulang adalah jenis kanker yang menyerang tulang. Kondisi ini dapat dialami oleh anak-anak hingga orang dewasa. Kanker tulang dapat menyerang tulang mana pun di dalam tubuh, namun umumnya terjadi di tungkai, lengan, dan panggul.

Kanker tulang tergolong kondisi yang jarang terjadi, hanya sebesar 1% dari seluruh penderita kanker. Tumor yang terbentuk pada tulang pun lebih banyak yang jinak dibandingkan yang ganas.

Kanker tulang terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Kanker tulang primer. Muncul dan tumbuh pertama kali di jaringan tulang.
  • Kanker tulang sekunder. Kanker yang muncul akibat penyebaran dari kanker lain yang sebelumnya sudah terjadi. Misalnya kanker usus, kanker paru-paru, atau kanker payudara yang kemudian menyebar ke tulang. Kondisi ini disebut kanker metastasis atau kanker yang menyebar.

Gejala Kanker Tulang

Berikut ini adalah tiga tanda dan gejala utama penyakit kanker tulang, yakni:

  • Nyeri. Penderita kanker tulang akan merasakan nyeri pada area tulang yang terkena. Awalnya, nyeri hanya terasa sesekali, namun akan menjadi makin sering seiring pertumbuhan kanker. Nyeri akan makin terasa saat bergerak, dan biasanya memburuk di malam hari.
  • Pembengkakan. Pembengkakan dan peradangan muncul di area sekitar tulang yang terkena kanker. Apabila pembengkakan terjadi di tulang dekat persendian, penderita akan sulit menggerakkan sendi.
  • Tulang rapuhKanker tulang menyebabkan tulang menjadi rapuh. Bila semakin parah, cedera ringan saja dapat menyebabkan patah tulang.

Beberapa gejala lain yang dapat menyertai tiga tanda utama di atas adalah:

  • Berat badan turun tanpa sebab.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Tubuh mudah lelah.
  • Demam.
  • Sensasi kebas atau mati rasa, bila kanker terjadi di tulang belakang dan menekan saraf.
  • Sesak napas, bila kanker tulang menyebar ke paru-paru.

Perlu diketahui, nyeri tulang pada orang dewasa terkadang disalahartikan sebagai radang sendi. Sedangkan pada anak-anak dan remaja, terkadang dianggap sebagai efek samping pertumbuhan tulang. Segera periksakan ke dokter bila Anda atau anak Anda merasakan nyeri tulang yang hilang dan timbul, memburuk di malam hari, dan tidak membaik meski telah mengonsumsi obat pereda nyeri.

Apa penyebab kanker tulang?

Faktanya, sampai saat ini penyebab kanker tulang belum ditemukan. Namun, para ahli menduga bahwa penyakit ini terjadi karena adanya kesalahan dalam melakukan replikasi DNA pada sel tulang.

Ketika DNA yang terbentuk salah atau abnormal, hal ini mengakibatkan sel tulang berkembang secara tidak terkendali dan tumbuh dalam jumlah banyak. Sel-sel tulang yang tidak terkendali tersebut berkumpul menjadi sebuah tumor ganas yang dapat melakukan penyebaran ke jaringan-jaringan lainnya.

Pengobatan untuk kanker tulang

Pengobatan kanker tulang akan bergantung pada beberapa hal, di antaranya jenis dan lokasi kanker tulang, stadium kanker tulang, kondisi kesehatan pasien, jenis pengobatan, serta seberapa baik sel kanker merespon pengobatan.

Ada banyak pilihan pengobatan untuk kanker di tulang. Beberapa pengobatan bisa dilakukan sendiri atau ada juga harus digabungkan dengan pengobatan lainnya guna mendapatkan hasil yang optimal. Berikut beberapa pilihan pengobatan yang biasa dilakukan dokter untuk mengatasi kanker di tulang:

  • Operasi pengangkatan tulang. Prosedur ini dilakukan apabila sel kanker belum menyebar ke organ lainnya. Sel kanker diambil dengan teknik operasi khusus. Dibutuhkan waktu lama bagi pasien untuk pulih setelah operasi.
  • Kemoterapi. Pengobatan ini menggunakan obat antikanker yang mampu membunuh sel-sel kanker. Dokter sering menyarankan kombinasi obat-obatan antikanker.
  • Terapi radiasi atau radioterapi. Prosedur ini dilakukan menggunakan X-ray energi tinggi untuk membunuh sel kanker. Pengobatan ini mungkin digunakan dalam kombinasi dengan prosedur operasi. Radioterapi mungkin sangat berbahaya bagi tubuh pasien setelah pengobatan, yang bisa mengakibatkan sejumlah komplikasi. Konsultasi ke dokter untuk menimbang manfaat serta efek samping prosedur ini.
  • Cryosurgery. Sel kanker dibekukan dengan nitrogen cair, dan mati setelah beberapa periode. Teknik ini terkadang dapat digunakan daripada operasi biasa untuk menghancurkan tumor.

Semakin dini kanker terdiagnosis, maka kemungkinan pasien untuk bisa sembuh juga semakin besar. Dilansir dari University of Rochester Medical Center, peluang penderita kanker tulang untuk bertahan hidup atau sembuh adalah sekitar 5 sampai 10 tahun dari pertama kali didiagnosis.

Pada kasus kanker tulang pada umumnya, sebanyak 70 persen penderita kanker tulang bisa sembuh setelah 5 tahun. Namun kembali lagi, peluang kesembuhan ini tergantung juga pada jenis dan stadium kanker tulangnya.

Pengobatan di rumah

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu mengatasi kanker tulang di antaranya:

  • Cari informasi sebanyak-banyaknya. Belajar tentang kanker tulang mampu mengurangi kecemasan dan membuat Anda lebih percaya diri untuk menghadapi penyakit ini. Ada berbagai sumber yang bisa Anda dapatkan untuk mencari informasi seputar kanker tulang yaitu konsultasi ke dokter, internet, surat kabar, dan media sosial lainnya. Anda juga bisa bertanya dan berbagai pengalaman kepada sesama rekan yang tergabung dalam komunitas dengan penyakit ini.
  • Bersikap optimis. Faktor psikologi sangat memengaruhi hasil pengobatan kanker. Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk menanamkan rasa optimis terhadap kesembuhan Anda. Anda bisa mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat seperti keluarga, pasangan, dan sahabat. Anda perlu percaya bahwa kondisi Anda akan membaik, dan Anda masih bisa menikmati hidup meski terkena kanker.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Pencegahan Kanker Tulang

Walaupun belum diketahui penyebab pastinya, kita masih dapat melakukan beberapa langkah pencegahan agar bisa terhindar dari penyakit ini dengan memahami bagaimana proses timbulnya kanker.

Biasanya, kanker muncul karena adanya radikal bebas dan zat karsinogen dalam tubuh. Karena itu, pencegahan yang dapat dilakukan secara umum adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Hidup sehat bisa dilakukan dengan mengindari rokok dan alkohol, makanan yang mengandung banyak lemak dan zat karsinogen.

Konsumsilah makanan dan minuman yang mengandung antioksidan dan mineral penting lainnya, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur terutama bagi yang memiliki faktor risiko yang tinggi untuk terkena kanker.

 

Semoga sehat selalu,

@doktercare

(dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *