Wajah Anda Terasa Kaku ? Hati-Hati Bell’s Palsy !

Pengertian Bell’s Palsy

Bell’s palsy adalah nama penyakit yang menyerang saraf wajah hingga menyebabkan kelumpuhan otot pada salah satu sisi wajah. Terjadi disfungsi saraf VII (saraf fascialis). Berbeda dengan stroke, kelumpuhan pada sisi wajah ditandai dengan kesulitan menggerakkan sebagian otot wajah, seperti mata tidak bisa menutup, tidak bisa meniup, dan sejenisnya. Beberapa ahli menyatakan penyebab Bell’s Palsy berupa virus herpes yang membuat saraf menjadi bengkak akibat infeksi.

Bell’s palsy menyebabkan salah satu sisi dari wajah akan terlihat “melorot”. Meski belum diketahui penyebab pastinya, Bell’s palsy lebih umum terjadi pada wanita hamil, penderita diabetes, dan HIV.

Saraf yang rusak pada bagian wajah akan berdampak kepada indera perasa dan cara tubuh Anda menghasilkan air mata dan ludah. Bell’s palsy datang secara tiba-tiba dan umumnya kondisi ini akan membaik dalam hitungan minggu.

Pada kebanyakan kasus Bell’s palsy, kelumpuhan pada salah satu sisi wajah bisa pulih sepenuhnya. Jika Anda mengalami kelumpuhan di salah satu sisi wajah, segera temui dokter untuk memahami kondisi yang terjadi sekaligus mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Gejala Bell’s Palsy

Bell’s palsy terjadi saat persarafan yang mengontrol otot-otot di wajah teriritasi atau tertekan. Penyebab iritasi saraf ini masih belum diketahui secara jelas, namun beberapa jenis infeksi virus diduga menjadi penyebab kondisi ini, antara lain: virus herpes simpleks (HSV), virus varicella-zoster, virus epstein barr, cytomegalovirus, penyakit sifilis, dan penyakit Lyme.

Pada umumnya, gejala bell’s palsy akan hilang dengan sendirinya seiiring dengan hilangnya peradangan pada saraf,  dan pengobatan biasa dibutuhkan untuk mempercepat proses penyembuhan serta mencegah terjadinya komplikasi. Meski begitu, ada baiknya kamu segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami kelumpuhan wajah secara mendadak. Dikarenakan penanganan bell’s palsy akan sangat efektif apabila dilakukan dalam 3 hari setelah gejala muncul pertama kali.

Berikut adalah beberapa gejala dari bell’s palsy, diantaranya :

  1. Melemahnya beberapa otot wajah, terutama bagian mata dan mulut
  2. Berliur
  3. Mata dan mulut yang kering
  4. Mengalami kesulitan dalam tersenyum
  5. Kesulitan dalam makan atau minum
  6. Telinga menjadi lebih sensitif terhadap suara

Pengobatan Bell’s Palsy

Pengobatan harus disesuaikan dengan penyebabnya, bells palsy biasanya diberikan obat anti virus dan obat yang dapat mengurangi reaksi inflamasi, yaitu obat golongan steroid. Namun seringkali tanpa pengobatan apapun akan sembuh dengan sendirinya.

Berdasarkan Journal of Neurology Neurosurgry and Psychiatry, prognosis kesembuhan dari bells palsy sangat baik, hanya 16% diantaranya yang gejalanya tidak kembali seperti semula. Terapi yang dilakukan suportif seperti fisioterapi dan terapi yang dapat mengurangi gejala yang ada.

Bell’s palsy bisa kembali pulih sepenuhnya pada 70 persen pasien yang mengalaminya. Pada sebagian besar orang yang menderita Bell’s palsy, gejala mulai membaik setelah dua atau tiga minggu. Tapi untuk bisa pulih sepenuhnya akan membutuhkan sekitar sembilan bulan. Lama masa pemulihan tergantung pada tingkat kerusakan saraf yang diderita.

Kami menyarankan Anda untuk memeriksakan langsung ke dokter spesialis saraf untuk mengetahui penanganan lebih lanjut mengenai keluhan Anda.

Pencegahan Bell’s Palsy

Bagi orang-orang yang pernah mengalami bell’s palsy tentunya tidak ingin hal tersebut terulang kembali. Nah, ada beberapa cara untuk mencegah bell’s palsy. Dan hal ini dapat dilakukan bagi Anda, baik yang sudah pernah terkena bell’s palsy atau belum, diantaranya :

1 . Menghindari terkena angin terus menerus atau dingin pada salah satu sisi wajah, misal saat di dalam kendaraan disebelah jendela, tidur di lantai, terkena kipas angin, AC

2. Berolahraga rutin setiap pagi hari minimal 3 kali seminggu

3. Beristirahat cukup

4. Makan makanan bergizi seperti buah-buahan dan sayuran, dsb.

Semoga bermanfaat dan Semoga sehat selalu,

@doktercare

(pw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *