Waspada! Abses Payudara Mengintai Ibu Menyusui

Apa itu Abses Payudara?

Abses payudara adalah peradangan (bengkak, merah) dan munculnya  nanah pada payudara yang disebabkan oleh bakteri. Pada kasus yang jarang, abses payudara dapat menjadi tanda dari kanker payudara.

Abses payudara merupakan benjolan yang terbentuk di payudara karena berkumpulnya nanah dan terasa nyeri. Kebanyakan abses muncul persis di bawah lapisan kulit. Abses payudara umumnya dialami oleh wanita berusia 18 hingga 50 tahun, khususnya oleh ibu yang sedang dalam masa menyusui. Seringkali abses payudara juga dapat muncul sebagai komplikasi dari mastitis.

Di Indonesia, angka penderita abses payudara belum diketahui secara pasti. Namun, sekitar 10 hingga 30 persen dari semua abses payudara terjadi saat menyusui. Sumber lain menyebutkan, abses payudara dialami oleh 0,1 hingga 0,5 persen perempuan menyusui.

Apa penyebab abses payudara?

Abses payudara adalah kondisi yang sering disebabkan oleh dua tipe bakteri, yaitu Staphylococcus aureus dan Streptococcus. Selain itu penyebab lain misalnya bakteri anaerob, bacillus typhoid, dan sumbatan saluran pada payudara akibat bekas luka juga dapat menyebabkan abses payudara.

Abses payudara bisa berisiko dikarenakan beberapa faktor berikut ini:

  • Menyusui dengan tidak sesuai
  • Waktu menyusui kurang lama sehingga terjadi penumpukan air susu
  • Menggunakan bra dengan ketat
  • Puting tergaruk atau tercakar
  • Saluran tersumbat.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak akan menderita penyakit ini. Faktor tersebut hanyalah referensi saja. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih rinci.

Gejala Abses Payudara

Dalam kasus abses payudara, kamu bisa melihat beberapa gejala yang akan dialami selain munculnya nanah pada payudara. Abses payudara membuat kamu memiliki benjolan yang bisa dikenali dari pola tepiannya yang teratur dan memiliki tekstur yang cukup halus.

Tidak hanya benjolan, ketika kamu mengalami abses payudara, kamu akan mengalami demam tinggi yang disertai dengan kondisi tubuh kamu yang kurang sehat. Badan terasa hangat dan kulit di sekitar abses terlihat membengkak.

Pencegahan Abses Payudara

Selalu jaga kesehatan payudara kamu. Jika kamu tidak dalam masa menyusui, jaga kebersihan payudara mulai puting, areola, hingga keseluruhan payudara. Sebaiknya, selalu rutin untuk memeriksa kesehatan payudara. Gunakan bra yang nyaman untuk payudara karena penggunaan bra yang terlalu ketat bisa menyebabkan seseorang mengalami abses payudara non laktasi.

Jika kamu dalam masa menyusui, tidak ada salahnya untuk selalu mengeluarkan ASI agar terhindar dari mastitis yang menyebabkan abses payudara. Jaga kebersihan payudara khususnya pada bagian puting agar tidak ada sisa ASI yang menyumbat saluran ASI. Jangan lupa untuk banyak mengonsumsi makanan sehat.

Pengobatan Abses Payudara

Penyakit ini dapat disembuhkan dengan antibiotik tanpa operasi, dan jika dideteksi saat stadium lanjut, pengidap akan dilakukan insisi menusuk untuk mengeluarkan abses keluar. Meski begitu, pendekatan ini dapat menyebabkan komplikasi seperti pembentukan abses baru dan fistula dari abses kulit. Namun, jika sudah terdiagnosis dan diberikan antibiotik tetapi keadaan tidak kunjung membaik, dokter akan melakukan ultrasound untuk menentukan status penyakit secara tepat.

Semoga sehat selalu,

@doktercare

(dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *